“Dari awal kan kita sudah coba kurangi dependensi terhadap impor. Salah satunya biodiesel dan kebijakan lainnya. Itu sudah satu langkah mitigasi,” tutur Seto.
Di sisi lain, dia mengingatkan agar kita tak langsung panik. Kenaikan harga perlu dilihat dari sisi keberlanjutannya. Berdasarkan kejadian serupa sebelumnya seperti perang Rusia-Ukraina atau serangan Israel ke Iran tahun lalu lonjakan harga seringkali bersifat sementara. Spike, lalu turun lagi.
“Jadi kita lihat lah. Kalau nanti Selat Hormuz ditutup, ya mungkin itu akan cukup problematik. Tapi ya kita pantau perkembangannya. Mari kita doakan ada jalan damai,” pungkasnya.
Jadi, di tengah ketidakpastian global, kebijakan biodiesel dalam negeri setidaknya memberi kita sedikit ruang bernapas. Tidak sepenuhnya kebal, tapi tidak juga terjebak tanpa persiapan.
Artikel Terkait
Serangan Drone Hentikan Sementara Operasional Kilang Ras Tanura, Harga Minyak Bergejolak
Presiden Prabowo Perintahkan Menko Pangan Pastikan Stok dan Harga Aman Jelang Ramadan-Lebaran
Pemerintah Andalkan Ramadan dan Stimulus untuk Pacu Pertumbuhan Ekonomi 2026
Polri Prediksi Jumlah Pemudik Lebaran 2026 Turun 1,75 Persen