Konflik geopolitik di Timur Tengah, sekali lagi, mengguncang pasar energi global. Menyusul ketegangan antara AS dan Israel dengan Iran, harga minyak dunia berpotensi melonjak. Situasi ini tentu bikin was-was banyak negara, terutama yang masih sangat bergantung pada impor minyak mentah.
Menurut Septian Hario Seto, anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN), dampak utamanya memang akan dirasakan melalui saluran energi. “Secara umum, dampaknya ke seluruh negara. Transmisinya nanti akan mungkin dilihat dari harga energi,” ujarnya.
Dia menambahkan, negara-negara yang impor minyaknya tinggi bakal paling rentan terdampak gejolak ini.
Namun begitu, Indonesia dinilai punya sedikit ‘modal’ untuk menghadapinya. Seto yang ditemui Senin lalu menegaskan, kita cukup beruntung karena persiapan sudah dimulai dari awal. Strategi mengurangi ketergantungan pada impor energi, termasuk lewat pengembangan biodiesel, disebutnya sebagai langkah mitigasi yang efektif.
Artikel Terkait
Serangan Drone Hentikan Sementara Operasional Kilang Ras Tanura, Harga Minyak Bergejolak
Presiden Prabowo Perintahkan Menko Pangan Pastikan Stok dan Harga Aman Jelang Ramadan-Lebaran
Pemerintah Andalkan Ramadan dan Stimulus untuk Pacu Pertumbuhan Ekonomi 2026
Polri Prediksi Jumlah Pemudik Lebaran 2026 Turun 1,75 Persen