Polri Prediksi Jumlah Pemudik Lebaran 2026 Turun 1,75 Persen

- Senin, 02 Maret 2026 | 18:40 WIB
Polri Prediksi Jumlah Pemudik Lebaran 2026 Turun 1,75 Persen

Jakarta - Ramai-ramai orang sudah mulai siap-siap mudik, tapi tahun ini angkanya diprediksi bakal sedikit turun. Polri memperkirakan penurunannya sekitar 1 persen dibanding realisasi tahun lalu. Prediksi ini bukan asal tebak, melainkan berdasarkan hasil survei yang sudah dilakukan.

Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo membeberkan datanya. Dari survei Kemenhub, pergerakan masyarakat tahun ini diproyeksikan mencapai 143,9 juta orang.

"Angka tersebut menurun sebesar 2,57 juta orang atau 1,75 persen bila dibandingkan dengan 2025. Dari hasil survei Kementerian Perhubungan, sebanyak 146,4 juta orang," jelas Dedi.

Pernyataan itu dia sampaikan usai rapat koordinasi lintas sektoral di PTIK, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026) lalu.

Meski begitu, jangan khawatir. Polri mengklaim sudah menyiapkan segala sesuatunya. Seluruh jajaran dipastikan siap siaga untuk mengamankan dan melancarkan arus mudik Lebaran. Persiapan mereka terbilang matang.

Soal puncak arus, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit sebelumnya sudah memberi gambaran. Menurutnya, puncak mudik dan balik akan terjadi dalam dua gelombang. Puncak arus mudik diprediksi membanjir pada tanggal 16-17 Maret, lalu disusul gelombang kedua di 18-19 Maret.

Untuk mengantisipasi semua itu, Operasi Ketupat akan digelar. Rencananya operasi besar-besaran ini berlangsung dari 13 hingga 25 Maret 2026. Bayangkan, ratusan ribu personel gabungan akan dikerahkan. Tugas mereka bukan cuma soal keamanan, tapi juga pelayanan untuk para pemudik yang lelah di jalan.

Persiapan fisik juga sudah terlihat. Ribuan posko berdiri di berbagai titik. Sebagian besar tentu untuk pengamanan, tapi banyak juga yang difungsikan sebagai posko peristirahatan. Tempat buat sekadar meregangkan badan atau minum secangkir kopi hangat.

Nah, tagline tahun ini adalah ‘Mudik Aman dan Keluarga Bahagia’. Dalam pelaksanaannya, Polri menyebut akan lebih mengedepankan langkah preemptive dan preventive. Tapi, penegakan hukum tetap jalan, kok. Intinya, mereka ingin perjalanan Anda lancar dan selamat sampai tujuan.

(Nadya Kurnia)

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar