Di sisi lain, reaksi keras juga datang dari Oman. Menteri Luar Negeri negeri itu, Badr Albusadi, terlihat jelas kesalnya. Oman, yang selama ini punya peran sebagai mediator dalam sejumlah perundingan rahasia di kawasan, merasa langkah-langkah diplomasinya kembali dihancurkan.
Badr mengaku terkejut dan kecewa dengan serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran.
“Negosiasi yang aktif dan serius kembali dirusak. Tindakan seperti ini sama sekali tidak melayani kepentingan AS, apalagi perdamaian global. Saya hanya bisa mendoakan warga sipil tak bersalah yang pasti akan menderita,” katanya dengan nada prihatin.
Pesan penutupnya bahkan lebih blak-blakan, sekaligus memperingatkan.
“Saya mendesak Amerika Serikat agar tidak semakin terseret lebih jauh. Ini bukan perang Anda," tegas Badr.
Desakan dari berbagai pihak ini menggambarkan betapa gentingnya situasi. Perang bukan hanya pertarungan militer, tapi juga ujian bagi diplomasi kawasan yang sedang berusaha mati-matian mencegah malapetaka yang lebih besar.
Artikel Terkait
Lamine Yamal Cetak Hattrick, Barcelona Hancurkan Villarreal 4-1
Indonesia Siap Fasilitasi Dialog Damai Iran-Israel
Manajer Persib Ingatkan Skuad untuk Tak Anggap Enteng Persebaya di Laga Klasik
KBRI Teheran Intensifkan Komunikasi dengan 329 WNI di Iran Jelang Eskalasi Militer