Suasana tegang di Timur Tengah kembali memanas. Arab Saudi, lewat Putra Mahkota Mohammed bin Salman, secara terbuka meminta tiga negara Amerika Serikat, Israel, dan Iran untuk segera menghentikan permusuhan. Permintaan itu disampaikan dengan nada mendesak, mengingat konflik yang berkecamuk dinilai mengancam stabilitas keamanan kawasan yang sudah rapuh.
Tak sendirian, Qatar berdiri di sisi yang sama dengan Saudi. Kedua negara sekutu itu serentak menyerukan agar semua pihak yang bertikai menahan diri. Eskalasi, menurut mereka, harus dihindari. Yang lebih penting lagi, jalan dialog harus segera dibuka kembali. "Kembali ke meja perundingan," begitu inti seruan mereka.
Seruan ini bukan muncul tiba-tiba. Ini hasil dari percakapan telepon yang cukup panjang antara MBS dan Emir Qatar, Tamim bin Hamad al-Thani. Mereka berdua dikabarkan mendiskusikan perkembangan terbaru dengan sangat serius, sambil mengkaji dampak riaknya terhadap keamanan, baik regional maupun internasional.
Dalam percakapan itu, MBS menyampaikan pesan yang sangat kuat.
"Arab Saudi menegaskan solidaritas dan dukungan penuh kepada Qatar. Kami juga mengecam keras penargetan wilayah Qatar dengan rudal balistik Iran. Kami berkomitmen memberikan segala dukungan yang mungkin untuk menjaga kedaulatan dan stabilitas Qatar," ujar MBS.
Menanggapi hal itu, Emir Tamim pun menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam. Ia mengapresiasi sikap tegas Saudi dan menyebut dukungan itu sebagai bentuk solidaritas persaudaraan yang tulus untuk rakyat Qatar.
Artikel Terkait
Lamine Yamal Cetak Hattrick, Barcelona Hancurkan Villarreal 4-1
Indonesia Siap Fasilitasi Dialog Damai Iran-Israel
Manajer Persib Ingatkan Skuad untuk Tak Anggap Enteng Persebaya di Laga Klasik
KBRI Teheran Intensifkan Komunikasi dengan 329 WNI di Iran Jelang Eskalasi Militer