Sirine peringatan meraung di seantero Israel. Warga bergegas mencari perlindungan, menyusul peringatan militer bahwa serangan udara sedang terjadi. Aksi ini tak lain adalah balasan Iran, yang dilancarkan setelah negara mereka diserang oleh Amerika Serikat dan Israel.
Menurut sejumlah saksi, ledakan terdengar di langit Tel Aviv. Meski begitu, dampak pastinya masih belum jelas. Yang pasti, Angkatan Udara Israel mengaku sedang berusaha mencegat ancaman yang datang. "Saat ini, Angkatan Udara Israel tengah mencegat dan menyerang ancaman bila diperlukan untuk menghentikan serangan tersebut," begitu bunyi pernyataan resmi mereka.
Pernyataan itu juga mengakui satu hal: pertahanan udara Israel tidak sepenuhnya kedap. Karena itulah, pemerintah meminta warganya untuk patuh pada setiap instruksi keselamatan. Situasinya benar-benar genting.
Gelombang serangan ini sebenarnya adalah babak lanjutan dari ketegangan yang sudah memanas. Sebelumnya, Iran sudah melancarkan rudal dan drone ke sejumlah pangkalan militer AS di Timur Tengah. Sasaran mereka cukup luas, mulai dari Arab Saudi hingga Qatar.
Markas Armada Kelima AS di Bahrain ikut dihantam. Kabarnya, serangan itu menewaskan dan melukai sejumlah tentara Amerika. Tak berhenti di situ, pangkalan udara Prince Sultan di Arab Saudi juga jadi target. Riyadh pun geram, mengecam keras aksi Tehran dan memperingatkan adanya konsekuensi serius atas pelanggaran hukum internasional.
Artikel Terkait
KBRI Teheran Pantau 329 WNI di Iran Usai Ketegangan Militer
Kominfo Luncurkan Layanan DARA untuk Tangani Kecanduan Gim pada Anak
Delapan Negara Timur Tengah Tutup Wilayah Udara Imbas Eskalasi AS-Israel-Iran
Eskalasi Konflik Iran-AS-Israel Ganggu Lalu Lintas Minyak di Selat Hormuz