Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) bersikap sangat ofensif. Pasukan elit ini menegaskan bahwa operasi militer mereka akan terus berlanjut.
"Operasi ini akan terus berlanjut tanpa henti hingga musuh-musuh berhasil dikalahkan," tegas IRGC dalam pernyataannya.
Mereka bahkan mengklaim rudal-rudalnya telah mengenai aset militer AS dan Israel. Ancaman seperti ini jelas mengganggu eksistensi militer Amerika di kawasan, yang saat ini masih menempatkan puluhan ribu personelnya di berbagai negara Timur Tengah.
Ketegangan makin meruncing. Dan untuk sekarang, warga Israel masih harus bersiap, menunggu di dalam shelter, sambil berharap situasi segera mereda.
Artikel Terkait
KBRI Teheran Pantau 329 WNI di Iran Usai Ketegangan Militer
Kominfo Luncurkan Layanan DARA untuk Tangani Kecanduan Gim pada Anak
Delapan Negara Timur Tengah Tutup Wilayah Udara Imbas Eskalasi AS-Israel-Iran
Eskalasi Konflik Iran-AS-Israel Ganggu Lalu Lintas Minyak di Selat Hormuz