Melalui sebuah video di platform Truth Social, Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuat pengumuman mengejutkan. Ia menyatakan AS telah memulai apa yang disebutnya "operasi tempur besar-besaran di Iran."
"Operasi tempur besar-besaran di Iran sudah dimulai," ujarnya.
Rupanya, ini bukan sekadar pernyataan. Menurut sejumlah pejabat AS, serangan dilancarkan dari berbagai pangkalan militer mereka yang tersebar di Timur Tengah. Bahkan, satu kapal induk ikut serta melepaskan tembakan. Skala serangan kali ini diklaim jauh lebih masif dibanding aksi AS pada Juni 2025 silam, yang waktu itu fokus menarget fasilitas nuklir Iran.
Menanggapi serangan ini, pihak Iran tentu tidak tinggal diam. Pejabatnya dengan tegas menyatakan bahwa Teheran sedang mempersiapkan serangan balasan. Sasaran mereka jelas: Amerika Serikat dan Israel. Ancaman itu menggantung, membuat ketegangan di kawasan yang sudah panas ini semakin memuncak.
Artikel Terkait
Menteri PU Targetkan 7.000 Lubang di Pantura Barat Jawa Tuntas Sebelum Lebaran 2026
AS dan Israel Lancarkan Serangan Gabungan, Iran Balas dengan Rudal ke Fasilitas Militer AS
KPK Tangkap Kepala Seksi Intelijen Bea Cukai Terkait Dugaan Penghilangan Bukti Korupsi
AS Larang Total Perjalanan Warga ke Iran, Kategorikan sebagai Negara Pendukung Penahanan Ilegal