Gelombang serangan udara yang dilancarkan Washington bersama Israel ke Teheran pada Sabtu (28/2) waktu setempat, diikuti dengan pernyataan mengejutkan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ia secara terbuka mendorong warga sipil Iran untuk menggulingkan pemerintahan mereka sendiri.
Dalam sebuah pernyataan video yang dirilis Sabtu malam, Trump menyampaikan pesan langsung kepada publik Iran. Suaranya terdengar penuh keyakinan.
"Kepada rakyat Iran yang hebat dan membanggakan, saya mengatakan malam ini bahwa saat kebebasan Anda telah tiba,"
"Ketika kami telah selesai, ambil alih pemerintahan Anda. Itu akan menjadi milik Anda. Ini mungkin satu-satunya kesempatan Anda untuk beberapa generasi ke depan,"
Pernyataannya, seperti dilaporkan CNN, tak tanggung-tanggung. Trump menyebut operasi militer AS sebagai aksi "besar-besaran dan berkelanjutan". Tujuannya, katanya, untuk menghentikan apa yang disebutnya "kediktatoran radikal yang sangat jahat" agar tak lagi mengancam Amerika dan kepentingan keamanan nasionalnya.
Dia bahkan menjanjikan kehancuran total. Serangan-serangan itu, tegas Trump, akan menghancurkan rudal-rudal Iran dan meluluhlantakkan industri rudal mereka hingga rata dengan tanah.
Namun begitu, bagian paling provokatif justru ada pada klaimnya tentang warisan presiden sebelumnya. Trump menegaskan dirinya akan menindaklanjuti sesuatu yang tak pernah dilakukan para pendahulunya. Seolah ingin dipandang sebagai sang pemberi jawaban setelah sekian lama.
"Selama bertahun-tahun, Anda telah meminta bantuan Amerika, tetapi Anda tidak pernah mendapatkannya. Tidak ada presiden yang bersedia melakukan apa yang akan saya lakukan malam ini. Sekarang, Anda memiliki presiden yang memberikan apa yang Anda inginkan, jadi mari kita lihat bagaimana Anda merespons,"
Pesan itu jelas. Sebuah ajakan terbuka untuk pemberontakan, yang dibungkus dengan janji dukungan dan retorika pembebasan. Langkah yang benar-benar tak biasa, bahkan untuk standar Trump sekalipun. Kini, bola seolah ada di pihak rakyat Iran. Bagaimana respons mereka? Hanya waktu yang bisa menjawab.
Artikel Terkait
Tragedi Kebakaran di Tanjung Duren, Teralis Besi Hambat Evakuasi dan Tewaskan Satu Keluarga
Kebakaran di Tanjung Duren Tewaskan Satu Keluarga, Diduga Akibat Korsleting
PANDI Bergabung dengan Jaringan Global Trusted Notifier untuk Perkuat Keamanan Domain .id
Bamsoet: Wartawan Senior Jadi Penjernih Informasi di Tengah Polarisasi dan Hoaks