Rp23 Triliun Suntikan Modal Garuda Habis untuk Bayar Utang dan Service Pesawat

- Jumat, 27 Februari 2026 | 23:15 WIB
Rp23 Triliun Suntikan Modal Garuda Habis untuk Bayar Utang dan Service Pesawat

"Jadi bukan inject dibuang. Itu ongkos service yang ditunda karena Covid, penumpangnya juga tidak ada, dibiarkan saja dulu. Waktu harus service, sudah menumpuk," ujarnya menggambarkan kondisi saat itu.

Di sisi lain, ada lagi alokasi dana sebesar Rp3 triliun. Angka ini dipakai khusus untuk melunasi utang bahan bakar minyak (BBM) maskapai kepada Pertamina.

Namun begitu, kondisi pasca pandemi rupanya belum sepenuhnya memberi angin segar. Periode ini belum cukup menguntungkan bagi Garuda dan anak perusahaannya. Masih banyak pesawat yang belum bisa beroperasi penuh karena perbaikannya belum rampung.

Pendapatan yang masuk pun, meski penerbangan sudah berjalan, jumlahnya terbatas. Uang itu nyaris hanya cukup untuk membayar gaji kru dan biaya perawatan harian.

"Kalau terbang pun, uangnya dipakai buat maintenance, pegawai, buat segala macam," kata Rohan.

Keadaan itulah, menurutnya, yang membuat dampak suntikan modal baru terasa sekarang terhadap kinerja keuangan Garuda. Sebuah proses pemulihan yang ternyata butuh waktu dan dana yang tidak sedikit.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar