Di sebuah acara Iftar Gathering di Jakarta akhir pekan lalu, PT Omega Media Global, atau yang lebih dikenal sebagai Bnetfit, secara resmi memperkenalkan wajah barunya. Bukan sekadar ganti logo, tapi ini sinyal kuat untuk perubahan arah yang lebih ambisius. Mereka punya roadmap hingga 2026, dengan visi yang terdengar cukup besar: dari sekadar penyedia konektivitas, ingin menjadi "juara" ICT nasional.
Intinya, perusahaan ini nggak mau lagi cuma dikenal sebagai "tukang internet". Mereka bertekad bertransformasi jadi penyedia solusi teknologi informasi dan komunikasi yang lengkap. Tujuannya? Mendukung ekosistem digital di Indonesia agar lebih terukur, aman, dan tentu saja, berkelanjutan.
Ade Tjendra, sang CEO, dengan tegas menyatakan pergeseran fokus perusahaan.
"Kami tidak hanya ingin menjadi penyedia internet. Kami ingin menjadi pilar bagi perkembangan dunia digital Indonesia," ujarnya di acara Bnetfit Media Connect: Iftar Gathering 2026, Jumat (27/2/2026).
Menurut Ade, melalui infrastruktur yang scalable, secure, dan reliable, mereka berambisi membangun masa depan konektivitas. Ekosistem digital yang mereka bangun diharapkan bisa menopang transformasi digital, mulai dari level pemerintah, berbagai industri, hingga untuk generasi muda nantinya.
Transformasi ini juga diiringi pergeseran peran di internal. Victor Irianto, yang sebelumnya memegang tampuk CEO, kini beralih peran menjadi Komisaris. Posisi ini akan ia gunakan untuk memperkuat positioning anak usahanya, Jala Lintas Media (JLM), dan tentu saja Bnetfit itu sendiri, dalam menghadapi gelombang percepatan digital di tanah air.
“Transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Kami ingin memastikan Bnetfit berada di garis terdepan,” tegas Victor.
Fokusnya adalah membangun ekosistem teknologi yang mampu mendukung otomatisasi industri, adopsi Artificial Intelligence (AI), serta pertumbuhan cloud dan data center yang kian masif belakangan ini.
Sebagai simbol perubahan, logo baru pun diluncurkan. Desainnya terinspirasi dari huruf "B" yang dibentuk menyerupai sayap kupu-kupu sebuah perlambang transformasi dan pertumbuhan yang jelas. Ada juga elemen garis infinity yang menyiratkan keberlanjutan layanan. Pemilihan warna biru dan hijau tak lepas dari makna; biru untuk kepercayaan dan stabilitas, sementara hijau merepresentasikan semangat berkelanjutan tadi.
Lalu, bagaimana rencana konkritnya menuju 2026? Roadmap yang dipaparkan cukup komprehensif. Bnetfit akan mengembangkan layanan berbasis Automation & AI, Cloud, Security, Data Center, hingga Internet of Things (IoT). Mereka juga menyiapkan konektivitas regional, menjembatani Indonesia-Singapura dan tentu saja kawasan ASEAN.
Di sisi teknis, untuk mendukung semua itu, perusahaan mengimplementasikan teknologi Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM) pada jaringan fiber optiknya. Teknologi ini disebut bisa meningkatkan kapasitas jaringan secara signifikan tanpa harus membangun infrastruktur baru dari nol. Hasilnya, kapasitas data yang bisa diangkut pun menjadi jauh lebih besar.
Jaringan internasional mereka mengandalkan sistem kabel bawah laut, yaitu SEA Cable Exchange-1 (SeaX-1) dan Super Sistem Batam-Singapura (SSBS) yang menghubungkan Batam, Singapura, dan Malaysia. Sementara untuk jaringan domestik, andalan utama adalah kabel laut BTI-1 sepanjang kurang lebih 4.500 kilometer. Kabel ini membentang dari Batam, Jakarta, hingga Manado, dengan cabang ke Gresik, Makassar, dan Balikpapan.
Tak hanya mengandalkan infrastruktur sendiri, Bnetfit juga menjalin kolaborasi strategis. Kerja sama open access dengan PT Linknet Tbk dan Asianet memungkinkan mereka memaksimalkan jangkauan lebih dari 7 juta homepass di berbagai penjuru Indonesia. Langkah ini jelas untuk memperluas penetrasi pasar.
Galuh Kusumah, General Manager Business Development, menegaskan komitmen ekspansi ini. "Kami akan terus memperluas jaringan ke berbagai kota di seluruh Indonesia," ujarnya.
Misi mereka adalah menghadirkan layanan dan solusi digital yang scalable, aman, dan andal. Semua itu, kata Galuh, pada akhirnya untuk mendukung pertumbuhan bisnis pelanggan secara nasional. Sebuah langkah besar yang patut ditunggu realisasinya.
Artikel Terkait
AS Cabut Keringanan Sanksi Minyak untuk Iran dan Rusia
Menkeu Purbaya Tolak Tawaran Pinjaman IMF, Sebut Ketahanan Fiskal RI Kuat
Indonesia Tolak Tawaran Pinjaman IMF, Andalkan Cadangan Fiskal Rp420 Triliun
Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Penipuan Online Lintas Negara, Rugikan Korban Puluhan Miliar