Jakarta punya gebrakan baru jelang Lebaran tahun depan. Gubernur DKI, Pramono Anung, baru saja mengumumkan kebijakan yang cukup mengejutkan: tarif transportasi umum akan digratiskan sepenuhnya selama periode Idulfitri 1447 H atau 2026 mendatang. Kebijakan ini, menurutnya, diambil untuk mempermudah pergerakan warga sekaligus menjadi daya tarik agar mereka memilih merayakan hari raya di ibu kota.
Pengumuman itu disampaikan Pramono usai acara Kick Off Jakarta Ramadan Festival di Bundaran HI, Jumat lalu. Suasana saat itu cukup ramai, dengan latar belakang hiruk-pikuk lalu lintas Jakarta Pusat.
"Pada saat Idulfitri, kami akan menggratiskan transportasi yang ada di Jakarta,"
ujarnya tegas di hadapan awak media.
Nah, tema festival Ramadan tahun ini sendiri sebenarnya sudah memberi sinyal. 'Mudik ke Jakarta' dipilih sebagai slogan, sebuah ajakan terbuka agar masyarakat betah dan merayakan Lebaran di sini. Pramono rupanya tak main-main. Dia tak cuma bicara angkutan umum gratis. Untuk mewujudkan suasana Lebaran yang meriah di Jakarta, Pemprov juga akan menggandeng pelaku usaha.
Caranya? Dengan memberikan insentif pajak bagi mal, hotel, dan pusat perbelanjaan yang bersedia memberikan diskon besar-besaran kepada pengunjung. Potongan harganya bahkan disebutkan bisa mencapai angka yang fantastis.
"Kami akan memberikan kemudahan insentif pajak bagi pusat-pusat perbelanjaan, hotel, dan sebagainya, agar mereka kemudian bisa memberikan diskon yang signifikan. Bahkan nanti pada puncaknya, saya yakin diskonnya bisa sampai 70,"
kata Pramono penuh keyakinan.
Sebagai bentuk komitmen, Gubernur pun memutuskan untuk tak pulang kampung tahun depan. Asal tahu saja, kampung halamannya ada di Kediri, Jawa Tengah. Tapi tahun depan, dia memastikan akan merayakan Idulfitri di Jakarta. Inilah contoh nyata dari tema 'Mudik ke Jakarta' yang diusung. Dia ingin merasikan suasana Lebaran yang berbeda, tanpa harus terjebak kemacetan arus mudik.
"Kalau mau berlebaran, bisa sekarang dengan video call. Saya juga akan video call dengan keluarga saya. Jadi artinya, kami tetap di Jakarta untuk menikmati Jakarta,"
tuturnya mengenai rencana Lebaran keluarganya.
Jadi, mulai sekarang warga Jakarta mungkin bisa mempertimbangkan opsi untuk tidak mudik. Angkutan umum gratis dan diskon gila-gilaan di mal bisa jadi pertimbangan yang menarik. Pramono jelas berharap gebrakan ini bisa mengubah kebiasaan lama dan menyemarakkan ibu kota di hari raya.
Artikel Terkait
AS Cabut Keringanan Sanksi Minyak untuk Iran dan Rusia
Menkeu Purbaya Tolak Tawaran Pinjaman IMF, Sebut Ketahanan Fiskal RI Kuat
Indonesia Tolak Tawaran Pinjaman IMF, Andalkan Cadangan Fiskal Rp420 Triliun
Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Penipuan Online Lintas Negara, Rugikan Korban Puluhan Miliar