Yang bikin khawatir, suhu puncak awan di titik-titik tadi terpantau sangat rendah. Ini bukan pertanda baik. Angka rendah seperti itu mengindikasikan pembentukan awan Cumulonimbus yang kuat, yang biasanya jadi biang kerok cuaca buruk. Fenomena ini hampir selalu diiringi kilat, petir menggelegar, dan angin kencang yang datang mendadak meski durasinya singkat.
Menyikapi hal ini, BMKG pun mengeluarkan imbauan resmi. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi. Banjir dan genangan di area dataran rendah perlu diantisipasi. Sementara di daerah perbukitan atau lereng, risiko tanah longsor juga mengintai.
“Masyarakat juga disarankan untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca secara berkala melalui aplikasi Info BMKG atau kanal resmi media sosial BMKG,”
begitu pesan mereka. Tujuannya jelas: agar kita semua bisa lebih siap menghadapi dinamika cuaca yang bisa berubah begitu cepat di lingkungan masing-masing. Lebih baik waspada dari sekarang daripada menyesal kemudian.
Artikel Terkait
KPK Tetapkan Pegawai Bea Cukai sebagai Tersangka Baru Kasus Suap
KPK Tangkap Pegawai Bea Cukai Terkait Kasus Suap Impor
Mantan Dirut Pertamina Patra Niaga Divonis 9 Tahun Penjara atas Kasus Korupsi Minyak Rugikan Negara Rp285 Triliun
Lonjakan Wisatawan Asing di Batam Dorong Pengembangan Kawasan Komersial Terpadu