Kurma di Bulan Ramadan: Tradisi Berbuka yang Didukung Bukti Ilmiah

- Selasa, 24 Februari 2026 | 18:50 WIB
Kurma di Bulan Ramadan: Tradisi Berbuka yang Didukung Bukti Ilmiah

Manfaatnya masih banyak. Kurma juga mengandung protein, meski sekitar 3 persen, plus 23 jenis asam amino. Beberapa di antaranya jarang ditemukan pada buah lain. Lalu ada vitamin A, B6, C, dan mineral penting seperti kalium.

Kalium ini fungsinya krusial. Ia bertindak sebagai elektrolit yang membantu mengatur tekanan darah dan mencegah kram otot hal yang sering dikeluhkan saat puasa.

Dengan semua kelebihan tadi, wajar saja kalau kurma sangat direkomendasikan para ahli. Buah ini bukan cuma sekadar simbol, tapi benar-benar teman berbuka yang menyehatkan. Ia mengontrol kadar gula darah, mendukung kesehatan jantung, dan bahkan menjadi prebiotik yang mendorong pertumbuhan bakteri baik di usus.

Jadi, lain kali Anda menyantap kurma saat berbuka, ingatlah bahwa itu bukan sekadar rutinitas. Itu adalah pilihan cerdas untuk mengisi kembali tenaga dengan cara yang alamiah dan penuh manfaat.

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar