Menurut Menteri Keamanan Omar Garcia Harfuch, korban dari berbagai pihak terus berjatuhan. Seorang penjaga penjara, seorang jaksa, dan sekitar 30 anggota geng telah tewas dalam kerusuhan ini. Sementara itu, enam pengawal pribadi El Mencho juga tewas dalam operasi penangkapan, dengan tiga tentara pemerintah mengalami luka-luka.
Suasana di banyak kota pada Minggu itu mirip kota mati. Warga diimbau mengunci diri di rumah. Namun, di balik kesunyian itu, media sosial dipenuhi video mencekam. Satu rekaman menunjukkan baku tembak sengit di San Isidro, dekat Guadalajara. Video lain menampilkan sosok bersenjata menembaki mobil yang lalu lalang. Ada juga gambar mengerikan yang memperlihatkan empat mayat tergeletak di pinggir jalan.
Sebuah rekaman CCTV dari sebuah restoran bahkan menangkap momen nekat: sebuah kendaraan menabrak truk Garda Nasional, sementara pelaku kartel terus menembaki kendaraan itu. Garda Nasional sendiri masih enggan merinci insiden tersebut.
Menariknya, operasi yang menjatuhkan El Mencho ini konon mendapat bantuan dari utara. Kementerian Pertahanan Meksiko mengakui "informasi tambahan" dari Amerika Serikat sangat membantu. AS sendiri pernah memasang harga kepala $15 juta dolar untuk buronan nomor satunya itu. Namun, pemerintah Meksiko menegaskan, tidak ada satu pun pasukan AS yang terlibat langsung di lapangan saat penangkapan dan kematiannya.
Kini, meski Sheinbaum menyatakan blokade jalan telah dibersihkan pada Senin pagi, suasana tetap tegang. Ribuan seragam hijau masih berjaga di sudut-sudut kota. Pertanyaannya, apakah kematian satu raja narkoba benar-benar akan mengakhiri teror, atau justru membuka babak kekerasan yang lebih liar lagi?
Artikel Terkait
Pertamina Geothermal Energy Targetkan Pasang Teknologi Flow2Max® di Filipina pada 2026
Pemerintah Bentuk Tim Khusus Percepat Proyek LNG Raksasa Masela
Menteri AHY Peringatkan Krisis Air Makin Nyata, 43,5% Wilayah Defisit
UEA Hibahkan 30 Ton Kurma Premium untuk Indonesia di Ramadan