Setelah berhasil menjebol portal, kelompok tersebut masuk ke badan JLNT. Menurut penyelidikan sementara, mereka masuk bukan untuk tujuan penting. Melainkan, cuma sekadar membuat konten video di atas jalan layang yang sepi. Aksi nekat demi konten.
Perlu diingat, JLNT Casablanca sebenarnya sudah ditutup rutin setiap malam sejak Maret 2024. Kebijakan ini bukan tanpa alasan.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama kepolisian mengambil langkah itu setelah marak balap liar pada dini hari. Selain itu, angka kecelakaan untuk kendaraan roda dua di sana juga cukup tinggi. Faktor angin kencang (crosswind) di ketinggian JLNT dinilai sangat berbahaya bagi pengendara motor. Penutupan malam hari, pada dasarnya, adalah bentuk perlindungan.
Namun begitu, tampaknya aturan itu dianggap angin lalu oleh sekelompok orang ini. Kini, polisi masih mendalami motif dan keterlibatan masing-masing pelaku. Masyarakat pun berharap, tindakan tegas ini bisa memberi efek jera.
Artikel Terkait
BSI Siapkan Rp16 Triliun dan 6.000 ATM untuk Arus Tunai Lebaran
Kemlu Pastikan 45 WNI di Meksiko Aman Usai Operasi Militer Tewaskan Bos Kartel
Timnas Indonesia Bisa Naik ke Peringkat 118 Dunia Jika Juara FIFA Series 2026
Manchester United Tak Terkalahkan di 2026, Posisi Keempat dengan Satu Laga Tertunda