Setelah berhasil menjebol portal, kelompok tersebut masuk ke badan JLNT. Menurut penyelidikan sementara, mereka masuk bukan untuk tujuan penting. Melainkan, cuma sekadar membuat konten video di atas jalan layang yang sepi. Aksi nekat demi konten.
Perlu diingat, JLNT Casablanca sebenarnya sudah ditutup rutin setiap malam sejak Maret 2024. Kebijakan ini bukan tanpa alasan.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama kepolisian mengambil langkah itu setelah marak balap liar pada dini hari. Selain itu, angka kecelakaan untuk kendaraan roda dua di sana juga cukup tinggi. Faktor angin kencang (crosswind) di ketinggian JLNT dinilai sangat berbahaya bagi pengendara motor. Penutupan malam hari, pada dasarnya, adalah bentuk perlindungan.
Namun begitu, tampaknya aturan itu dianggap angin lalu oleh sekelompok orang ini. Kini, polisi masih mendalami motif dan keterlibatan masing-masing pelaku. Masyarakat pun berharap, tindakan tegas ini bisa memberi efek jera.
Artikel Terkait
Sekretaris Kabinet Konfirmasi Rencana Kunjungan Presiden Prabowo ke Rusia
KPK Tangkap Bupati Tulungagung dalam Operasi Tangkap Tangan
Sekretaris Kabinet Kritik Inflasi Pengamat dan Data yang Keliru
Pelatih Persija Bela Shayne Pattynama Usai Kritik Pedas Pengamat