Selain jadi ‘pembuka pintu’ nutrisi, manfaat klasik minyak zaitun untuk jantung sudah terkenal. Lemak tak jenuh tunggal di dalamnya dikenal bisa menekan kolesterol jahat (LDL) sambil menjaga kolesterol baik (HDL).
Namun begitu, kelebihannya tak berhenti di situ. Ada juga antioksidan kuat seperti polifenol yang berjaga-jaga, melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat stres oksidatif. Belum lagi sifat anti-inflamasinya. Senyawa bioaktifnya disebutkan berperan mengurangi peradangan dalam tubuh, yang tentu saja berdampak positif bagi kesehatan jangka panjang.
Pakai dengan Cara yang Pas
Lalu, bagaimana cara memakainya agar manfaatnya maksimal? Para ahli punya sejumlah saran simpel.
Pertama, jadikan ia dressing utama untuk salad. Padukan dengan sayuran hijau, tomat, atau alpukat yang kaya vitamin larut lemak. Hasilnya akan jauh lebih baik.
Kedua, khusus untuk minyak zaitun extra virgin, disarankan ditambahkan di akhir setelah masakan matang. Alasannya, minyak ini tidak ideal dipanaskan pada suhu sangat tinggi. Memasaknya bisa merusak nutrisi berharga yang dikandungnya. Lebih baik tuang di atas makanan yang sudah jadi.
Terakhir, padankan selalu dengan makanan kaya fitonutrien. Sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian semuanya akan ‘bersinergi’ lebih baik dengan minyak zaitun. Tubuh pun akan lebih mudah menyerap segala kebaikan yang ada.
Meski segudang manfaatnya, ingat satu hal: minyak zaitun tetaplah lemak. Konsumsinya harus diperhatikan, digunakan dalam porsi sedang sesuai kebutuhan harian. Tujuannya jelas, agar manfaat optimal bisa kita dapat tanpa berlebihan.
Artikel Terkait
Sekretaris Kabinet Konfirmasi Rencana Kunjungan Presiden Prabowo ke Rusia
KPK Tangkap Bupati Tulungagung dalam Operasi Tangkap Tangan
Sekretaris Kabinet Kritik Inflasi Pengamat dan Data yang Keliru
Pelatih Persija Bela Shayne Pattynama Usai Kritik Pedas Pengamat