Prosesnya tidak berhenti di situ. Selama dan setelah penyaluran, tim dari Kemensos bersama pemerintah daerah, lembaga penyalur, serta para pendamping seperti Tagana dan Karang Taruna, terus melakukan asistensi. Tujuannya agar verifikasi data, pemantauan, dan pelaporan berjalan lancar.
"Kita melakukan verifikasi data, monitoring bantuan, dan yang terakhir adalah pelaporan dan dokumentasi," tutur Gus Ipul.
Hingga saat ini, progresnya sudah mulai terlihat. Dari 53 Kabupaten/Kota yang terdampak, 29 di antaranya telah tervalidasi oleh Kementerian Dalam Negeri dan siap menerima penyaluran.
Gus Ipul juga menyebut angka anggaran yang dibutuhkan. "Anggaran kami, yang kita butuhkan nanti semuanya itu Rp2 triliun lebih. Rp600 miliar lebih di antaranya sudah siap dengan menggunakan RO khusus, Direktif Presiden," katanya sambil menyampaikan terima kasih atas dukungan Menteri Sekretaris Negara.
Di sisi lain, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, yang juga memimpin Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi, mendorong realisasi cepat untuk bantuan perorangan. Ia meminta perhatian khusus untuk segera menyalurkan tiga jenis bantuan tunai.
"Yang pertama, uang lauk pauk Rp15 ribu per hari, kemudian uang untuk perabotan (hunian) Rp3 juta, dan uang bantuan stimulan untuk ekonomi dari Kemenkeu kepada Kemensos," kata Tito.
Nampaknya, upaya pemulihan pascabencana di Sumatera kini memasuki fase yang lebih konkret dengan penyaluran bantuan yang mulai bergulir.
Artikel Terkait
BMKG Peringatkan Potensi Hujan Disertai Kilat dan Angin Kencang di Jabodetabek Siang-Sore Ini
Menteri Keuangan Akui Desain Coretax yang Sulit Picu Maraknya Joki Pajak
Ronaldo Diduga Ucapkan Bismillah Sebelum Eksekusi Penalti, Tuai Sorotan
Lurah Kalisari Minta Maaf, Petugas Diberi Sanksi Usai Unggah Foto AI untuk Laporan Parkir Liar