Ekspor Jepang Melonjak 16,8% di Januari 2026, Defisit Perdagangan Mengecil

- Rabu, 18 Februari 2026 | 11:50 WIB
Ekspor Jepang Melonjak 16,8% di Januari 2026, Defisit Perdagangan Mengecil

MURIANETWORK.COM - Ekspor Jepang menunjukkan performa yang kuat di awal tahun 2026, dengan lonjakan signifikan sebesar 16,8 persen pada Januari dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan yang mengejutkan ini, yang telah berlangsung selama lima bulan berturut-turut, berhasil melampaui proyeksi para analis. Sementara itu, impor justru mengalami penurunan, menghasilkan defisit neraca perdagangan yang lebih kecil dari perkiraan, meski ekonomi negara tersebut menunjukkan tanda-tanda melambat di akhir 2025.

Lonjakan Ekspor yang Di Luar Perkiraan

Data terbaru yang dirilis mengungkapkan bahwa kinerja ekspor Jepang pada Januari 2026 jauh lebih baik dari yang diantisipasi. Lonjakan 16,8 persen year-on-year itu tidak hanya mencerminkan permintaan global yang solid, tetapi juga menandai bulan kelima berturut-turut ekspor negara itu mencatatkan pertumbuhan. Angka ini melesat jauh di atas ekspektasi pasar, yang sebelumnya hanya memperkirakan kenaikan sekitar 12 persen.

Analis ekonomi yang diwawancarai menyatakan kejutan mereka atas hasil tersebut. "Angkanya jauh melampaui perkiraan pertumbuhan 12 persen yang diprediksi oleh para ekonom dalam jajak pendapat Reuters," ungkapnya.

Impor Menyusut dan Defisit yang Mengecil

Di sisi lain, gambaran untuk impor justru berbeda. Pada bulan yang sama, nilai impor Jepang tercatat turun 2,5 persen dibandingkan Januari 2025. Penurunan ini menjadi kejutan tersendiri, karena sebelumnya para ahli justru memprediksi akan terjadi kenaikan sebesar tiga persen.

Kombinasi antara ekspor yang melonjak dan impor yang menyusut membawa dampak langsung pada neraca perdagangan. Defisit yang terjadi tercatat sebesar 1,15 triliun yen, suatu angka yang jika dikonversi setara dengan sekitar Rp126 triliun. Meski masih berada di zona merah, nilai defisit ini jauh lebih rendah dari bayangan para analis, yang memperkirakan angka defisit bisa mencapai 2,14 triliun yen.

Konteks Perlambatan Ekonomi

Kinerja perdagangan yang menggembirakan di awal tahun ini perlu dilihat dalam konteks yang lebih luas. Ekonomi Jepang sendiri sempat menunjukkan tanda-tanda kelelahan di penghujung 2025. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal Oktober-Desember 2025 hampir stagnan, hanya bergerak 0,1 persen secara kuartalan dan 0,2 persen secara tahunan.

Secara keseluruhan, untuk tahun kalender 2025, produk domestik bruto (PDB) Jepang masih berhasil mencatatkan pertumbuhan sebesar 1,1 persen. Data ini menggarisbawahi bahwa meski menghadapi tantangan di dalam negeri, daya saing sektor ekspor Jepang di pasar global tetap terjaga, bahkan menunjukkan ketahanan yang mengesankan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar