Di tengah sorotan Sea Games 2025 di Thailand, ada satu nama yang membuat bendera Merah-Putih berkibar lagi. Arya Danu Susilo, atlet taekwondo kita, berhasil merengkuh medali emas. Bukan sembarang emas, tapi yang ke-25 untuk kontingen Indonesia di ajang tersebut. Sebuah pencapaian yang patut diacungi jempol.
Perjuangannya di nomor Kyorugi Putra kelas 74 kg benar-benar memukau. Dari babak awal, performanya sudah solid. Ia berhasil melibas atlet Vietnam dengan gemilang sebelum akhirnya melangkah mantap ke final. Di pertarungan puncak, Arya tampil sempurna dan memastikan dirinya berdiri di podium tertinggi.
Yang menarik, di luar arena pertarungan, Arya bukanlah atlet full-time. Sehari-hari, pria ini justru bertugas sebagai petugas di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Ciangir, Banten. Bayangkan, rutinitasnya menjaga lembaga pemasyarakatan, tapi di waktu lain ia bisa mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.
Atas prestasi itu, pimpinan pun memberi apresiasi. Muhammad Ali Syeh Banna, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Banten, tak menyembunyikan kebanggaannya.
"Prestasi Arya Danu Susilo selaras dengan semangat Pemasyarakatan, di mana pegawai tidak hanya dituntut profesional dalam pelaksanaan tugas, tetapi juga mampu berkontribusi mengharumkan nama bangsa dan institusi melalui prestasi nyata," ujar Ali dalam keterangannya, Minggu (14/12).
Menurutnya, pencapaian Arya ini membuktikan satu hal: bahwa ASN di lingkungan pemasyarakatan punya potensi besar. Mereka bisa bersaing di tingkat internasional dan membawa nama baik institusi lewat jalur non-kedinasan. Sebuah kontribusi yang positif dan sangat produktif.
Sebenarnya, emas di Sea Games ini bukanlah prestasi internasional pertamanya. Sebelum ke Thailand, Arya sudah punya catatan bagus. Ia pernah jadi juara di kejuaraan taekwondo di Korea Selatan dan China. Pengalaman itulah yang jadi bekal berharganya, membentuk mental juara untuk menghadapi tekanan di ajang terbesar se-Asia Tenggara itu.
Kini, setelah semua perjuangan usai, prestasi Arya diharapkan bisa jadi pemantik semangat. Bukan cuma untuk generasi muda, tapi juga untuk seluruh jajaran Pemasyarakatan. Bahwa berprestasi itu bisa dari mana saja, baik di lapangan olahraga maupun dalam pengabdian kepada negara.
Artikel Terkait
BEM SI Tinjau Langsung Gudang Bulog, Stok Beras Nasional Capai Rekor 5,2 Juta Ton
Presiden Prabowo Terima Laporan Reformasi Polri, Instruksikan Perubahan Bertahap hingga 2029
Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Zero Tolerance terhadap Kekerasan Seksual di Lingkungan Pendidikan Agama
118 BEM Nusantara Dialog Langsung dengan Mentan, Bahas Swasembada Pangan hingga Koperasi Desa