"Yang menarik, ijtima terjadi pada 19.01.07. Jadi wajar negatif? Kenapa? Karena magrib itu sebelum ijtima, makanya negatif," ujarnya lagi.
Dengan demikian, prediksi hisab mengarah pada Kamis, 19 Februari 2026 sebagai hari pertama puasa. Namun begitu, jangan buru-buru menandai kalender. Semua masih bersifat informasi awal.
Kepastian resminya tetap bergantung pada Sidang Isbat yang akan digelar nanti. Menteri Agama, Nasaruddin Umar, yang nantinya akan mengumumkan keputusan final.
"Ini hisab sifatnya informatif," tegas Cecep. "Kita memerlukan konfirmasi. Verifikasinya adalah yang tentu saja kita nantikan nanti untuk bahan penetapan Sidang Isbat."
Jadi, semua masih menunggu. Hisab memberi arah, tetapi keputusan akhir ada di tangan sidang isbat yang akan memverifikasi laporan rukyat dari lapangan.
Artikel Terkait
Empat Pekerja Tewas Diduga Keracunan Gas Saat Bersihkan Tangki Air di Jagakarsa
Iran Klaim Tembak Jatuh F-15E dan A-10 AS, Pentagon Bungkam
Trump Tolak Bahas Detail Operasi Penyelamatan Jet AS yang Ditembak Iran
Cadangan Energi Nasional Hanya Bertahan 20 Hari, Pakar UGM Ingatkan Risiko Krisis