Mulai Jumat depan, pegawai negeri sipil di Kota Tangerang dan Tangerang Selatan bakal kerja dari rumah. Kebijakan ini mengikuti arahan pusat yang menetapkan WFH setiap hari Jumat. Nah, karena Jumat besok masih libur Paskah, pelaksanaannya baru efektif Jumat berikutnya.
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davni, mengonfirmasi hal ini.
"Sama seperti arahan pusat hari Jumat. Mulai Minggu ini tapi karena hari Jumat sekarang adalah libur hari Paskah, maka efektifnya Jumat depan,"
katanya, Sabtu lalu.
Di sisi lain, Kota Tangerang juga tak ketinggalan. Mereka sudah menindaklanjuti surat edaran Kemendagri. Menurut Kepala BKPSDM Kota Tangerang, Jatmiko, langkah ini untuk menyelaraskan kebijakan daerah dengan nasional. Tujuannya ganda: efisiensi energi dan anggaran.
"Semua upaya ini juga berdasarkan arahan bapak Wali Kota Tangerang,"
tambah Jatmiko, seperti dikutip dari situs resmi pemkot.
Tapi jangan salah, WFH ini nggak berlaku untuk semua orang. Pelayanan publik tetap jadi prioritas utama. Jadi, para camat, lurah, petugas kebencanaan, kebersihan, hingga unit layanan seperti kesehatan dan perizinan, tetap harus datang ke kantor. Begitu juga dengan pejabat struktural tertentu.
Intinya, unit yang langsung berhubungan dengan masyarakat wajib WFO. Sementara unit pendukung bisa dapat jatah WFH. Syaratnya jelas: target kerja harus tercapai dan kualitas pelayanan nggak boleh turun.
"Jadi, unit pelayanan publik langsung tetap melaksanakan WFO, sedangkan unit pendukung dapat melaksanakan WFH secara efektif," tegas Jatmiko.
Nah, ada hal menarik lain. Pemkot Tangerang rencananya akan menghitung penghematan anggaran dari kebijakan ini. Laporannya dibuat per bulan. Penghematan itu bisa dari mana aja; listrik, BBM, air, hingga telepon. Kebijakan yang mulai berlaku 1 April ini akan dievaluasi tiap dua bulan sekali.
Bicara soal penghematan energi, Jatmiko juga menyebut rencana perluasan car free day. Bisa jadi ditambah ruas jalannya, atau bahkan durasi waktunya. Ini sekaligus untuk tekan polusi udara.
Di akhir penjelasannya, dia berpesan keras. WFH bukan liburan.
"Kami harap seluruh pegawai tetap disiplin dan profesional. WFH ini bukan libur, tetapi bagian dari upaya meningkatkan efisiensi dan kinerja,"
imbuhnya. Harapannya, dengan memanfaatkan teknologi, produktivitas dan pelayanan kepada masyarakat justru bisa lebih baik.
Artikel Terkait
Mitra Statistik BPS 2026 Wajib Unggah Pakta Integritas, Gaji Diperkirakan Rp3–5 Juta per Bulan
Sapi Kurban Lepas dan Mengamuk di Minimarket Bogor, Kerugian Capai Rp3 Juta
Honda Resmi Luncurkan Mobil Listrik Super-One di Jepang, Punya Mode Boost Bertenaga 93 dk
Presiden Prabowo dan Wapres Gibran Serahkan Sapi Kurban ‘Si Loreng’ dan ‘Wirabumi’ ke Masjid Istiqlal