Presiden AS Donald Trump jelas-jelas enggan membahas detail operasi penyelamatan di Iran. Hal ini ia sampaikan menanggapi jatuhnya sebuah jet tempur AS di wilayah konflik. Dalam wawancara dengan NBC News, ia terlihat kesal dengan pemberitaan media yang menurutnya mengobrak-abrik misi yang sangat sensitif.
“Tidak, sama sekali tidak. Tidak, ini perang. Kita sedang berperang,”
begitu katanya tegas ketika ditanya apakah insiden ini bakal mempengaruhi jalannya negosiasi dengan Iran.
Menurut informasi yang beredar, satu awak dari pesawat F-15E yang ditembak jatuh itu sudah berhasil diselamatkan. Sayangnya, nasib awak kedua masih jadi misteri. Operasi pencarian masih terus digenjot, meski medannya sulit. Rekaman video dari media pemerintah Iran sendiri memperlihatkan pesawat dan helikopter penyelamatan, seperti HC-130 dan HH-60, beraktivitas di langit Iran pasca-insiden.
Insiden ini bukan yang pertama di hari Jumat yang kelam itu. Media juga melaporkan pesawat tempur AS kedua jatuh di perairan Teluk Persia. Kabar baiknya, pilot tunggalnya berhasil dievakuasi dengan selamat. Kejadian penembakan jet AS oleh Iran ini disebut-sebut sebagai yang pertama sejak perang berkecamuk mulai akhir Februari lalu.
Di tengah situasi militer yang memanas, upaya diplomatik justru terlihat mandek. Negosiasi untuk gencatan senjata antara AS dan Iran dilaporkan menemui jalan buntu. Upaya mediasi yang dipimpin Pakistan pun mentah. Iran disebut menolak bertemu pejabat AS di Islamabad dan ogah menuruti tuntutan Washington.
Meski begitu, bukan berarti semua pintu tertutup. Negara-negara seperti Turki dan Mesir konon masih berusaha mencari celah. Mereka menjajaki opsi tempat lain untuk bertemu, misalnya Doha atau Istanbul, sambil menyusun proposal baru yang diharapkan bisa memecah kebuntuan.
Sebelumnya, Trump sempat beri sinyal. Dia mau bicara gencatan senjata jika Iran membuka kembali Selat Hormuz. Namun, Teheran punya syaratnya sendiri yang tak mudah: minta ganti rugi, tarik pasukan AS dari pangkalan di Timur Tengah, plus jaminan tidak akan diserang lagi di masa depan. Tawaran yang sulit diterima, tentunya.
Sementara itu, di kancah lain, Trump dijadwalkan akan bertemu Sekjen NATO, Mark Rutte, di Washington di hari Rabu mendatang. Pertemuan ini tentu jadi perhatian, mengingat ketegangan yang sedang melanda.
Artikel Terkait
Warner Bros Discovery Naikkan Nilai Pinjaman Jadi 15 Miliar Dolar AS Jelang Akuisisi oleh Paramount
MNC Peduli dan KEK MNC Lido City Salurkan 11 Hewan Kurban ke Warga Kabupaten Bogor
Turnamen Padel Senior Makassar Siap Digelar, 24 Pasang Pemain Berebut Tiket Final
BRI Insurance dan PNM Tanam 7.000 Bibit Mangrove di Pesisir Makassar