murianetwork.com - Bendungan di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara ini ditargetkan rampung pada akhir tahun 2023.
Namun kabarnya, progres pembangunannya masih belum 100% alias 98,45%.
Padahal bendungan ini ditargetkan pada akhir tahun 2023, sehingga kenyataan bablas dari target.
Baca Juga: 4 Daerah Terpadat di Sulawesi Tenggara: Kendari dan Baubau Berebut Posisi, Juaranya adalah...
Bendungan yang nantinya memiliki kapasitas sebesar 98,81 juta meter kubik ini adalah Bendungan Ameroro, dilansir murianetwork.com melalui laman pu.go.id.
Pembangunan Bendungan Ameroro bertujuan untuk peningkatan volume tampungan air sehingga air irigasi ke lahan pertanian terus terjaga.
Selain itu, bendungan ini juga berfungsi sebagai penyedia air baku dan pengendalian banjir.
Bendungan Ameroro dapat meningkatkan pemanfaatan irigasi seluas 3,36 ha.
Melayani air baku di Kabupaten Konawe sebesar 511 liter/detik.
Fungsi utama yang tidak kalah penting yaitu bendungan ini mampu mereduksi banjir hingga 443,3 meter kubik/detik.
Bendungan Ameroro dapat dimanfaatkan juga sebagai pembagkit listrik dengan kapasitas 1,3 MW.
Proyek Bendungan Ameroro di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara ini bernilai Rp 1,6 triliun.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: jatimnetwork.com
Artikel Terkait
Cek Kesehatan Gratis Pemerintah Jangkau 100 Juta Warga, Baru Sepertiga dari Total Penduduk
Revisi UU Polri Resmi Masuk Prolegnas, DPR Tunggu Arahan Pimpinan
Progres Tol Trans Sumatera Ruas Rengat–Pekanbaru Capai 76,3 Persen, Ditargetkan Integrasikan Jaringan di Riau
Ratusan Pelajar Jawa Barat Kunjungi Istana, Bertemu Presiden Prabowo dalam Program Edukasi