MURIANETWORK.COM - Pemerintah Amerika Serikat, melalui Departemen Pertahanan (Pentagon), dilaporkan tengah mempersiapkan opsi militer skala besar terhadap Iran. Persiapan yang dikatakan dapat dijalankan dalam hitungan pekan ini muncul di tengah jalan buntu perundingan nuklir dan eskalasi retorika dari Washington. Laporan ini mengutip informasi dari pejabat AS yang menyebut mobilisasi kekuatan tempur, termasuk kapal induk tambahan, ke kawasan Timur Tengah sebagai bagian dari persiapan tersebut.
Mobilisasi Kekuatan dan Persiapan Tempur
Menurut informasi yang beredar di kalangan pejabat AS, Pentagon tidak hanya mengerahkan kekuatan simbolis. Gugus tempur kapal induk USS Gerald R. Ford disebut-sebut telah dikirim untuk memperkuat kehadiran USS Abraham Lincoln yang sudah berada di kawasan. Keberadaan armada ini bukan sekadar patroli rutin. Mereka membawa serta ribuan personel, ratusan pesawat tempur, serta kapal perusak yang membentuk kemampuan ofensif sekaligus defensif yang signifikan.
Persiapan ini dirancang untuk memungkinkan serangan dilancarkan dalam waktu relatif singkat, sekaligus bertahan dari potensi pembalasan. Langkah mobilisasi militer yang terlihat jelas ini memberikan bobot serius pada berbagai peringatan yang selama ini disampaikan secara diplomatik.
Jalan Buntu Diplomasi dan Ancaman dari Gedung Putih
Latar belakang ketegangan ini adalah perundingan nuklir yang kembali menemui jalan terjal. Delegasi AS dan Iran dijadwalkan bertemu kembali di Jenewa, Swiss, pada 17 Februari, melanjutkan pembicaraan yang sebelumnya digelar di Muscat, Oman. Namun, prospek kesepakatan dinilai suram.
Artikel Terkait
Menpar Genjot Strategi Pivot Pasar Wisata Hadapi Tekanan Global
Bayi Perempuan Ditemukan Tewas dalam Plastik, Pesan Tolong Dimakamkan Anakku Syalwa Tertempel
Pemerintah dan BUMN Bangun 800 Rusun di Senen dan Tanah Abang untuk Warga Bantaran Rel
Indonesia Desak Investigasi PBB Usai Insiden Tewaskan Prajurit Perdamaian di Lebanon