“Langkah tersebut telah rutin dilakukan BNPB setiap periode libur lebaran untuk meminimalisir risiko bencana dan sebagai antisipasi serta tersedianya petugas untuk merespon cepat apabila terjadi bencana pada masa libur lebaran,” ungkapnya.
“Mengingat diprediksi sedikitnya 100 juta masyarakat akan terjadi melakukan mobilisasi dan menikmati libur dengan pulang ke kampung halaman dan berlibur bersama keluarga,” lanjutnya.
Imbauan Penting bagi Masyarakat
Di samping upaya institusional, peran serta masyarakat dinilai krusial. BNPB secara khusus mengimbau para pemudik untuk aktif memantau informasi prakiraan cuaca dari sumber resmi selama dalam perjalanan. Kewaspadaan pribadi menjadi benteng pertama dalam menghadapi situasi tak terduga.
Jati juga memberikan sejumlah panduan praktis yang dapat diterapkan setiap keluarga. Keselamatan perjalanan, menurutnya, tidak hanya bergantung pada kondisi infrastruktur, tetapi juga pada kesiapan individu.
“Pelajari dan pahami jalur evakuasi saat berada dalam perjalanan ataupun ketika berada di lokasi tujuan, terakhir memastikan kondisi kendaraan dan kesehatan keluarga dalam kondisi yang sehat,” tutupnya.
Dengan kombinasi antara pendekatan teknologi, penguatan koordinasi, dan edukasi publik, BNPB berupaya menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi seluruh masyarakat yang akan merayakan hari raya dan menikmati masa liburan panjang.
Artikel Terkait
Pemerintah Belum Ubah Batas Harga Tiket Pesawat Meski Tekanan Biaya Operasional Meningkat
Komnas HAM Kaji Berbagai Opsi Penanganan Kasus Penyiranan Aktivis KontraS
Prabowo Undang Pengusaha Jepang Tingkatkan Investasi di Indonesia
Prabowo Buka Pintu Investasi Lebar-Lebar untuk Jepang di Tokyo