Mulyadi, seorang petugas dari Kementerian PU, mengakui situasinya masih terus dipantau.
"Kami terus memantau perkembangan di lapangan sembari menyiapkan langkah mitigasi agar dampak tidak semakin meluas," ujarnya, Jumat lalu.
Di sisi lain, upaya penanganan permanen masih terhambat. Pihak kementerian mengaku masih melakukan kajian teknis. Mereka harus mencari metode yang paling tepat dan aman. Sementara itu, pergerakan tanah yang masih aktif jelas meningkatkan risiko. Bukan cuma untuk kebun, tapi juga permukiman warga di sekitarnya.
Hingga saat ini, belum ada kepastian. Warga hanya bisa berharap pemerintah bergerak cepat. Sebelum kerugian bertambah besar, dan lubang itu menelan lebih banyak lagi sumber penghidupan mereka.
Artikel Terkait
KPK: Hampir 95 Ribu Pejabat Belum Laporkan Harta Kekayaan, Tenggat 31 Maret
Dua Prajurit TNI Gugur dalam Insiden di Perbatasan Israel-Lebanon
Bea Cukai Segel 4-5 Kapal Pesiar Asing Diduga Selewengkan Fasilitas Pajak
Pemerintah Alokasikan Ribuan Truk Impor India untuk Koperasi Desa