JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto masih terus mengawasi langsung proses pemulihan pascabencana di Sumatra. Hal itu ditegaskan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangannya, Kamis (12/2/2026). Menurut Teddy, ada beberapa poin penting yang menjadi perhatian utama Presiden.
Pertama, soal transparansi. Presiden menginstruksikan seluruh jajaran satgas, kementerian, dan pejabat terkait untuk rutin memberikan pembaruan informasi kepada publik. “Bapak Presiden terus memantau perkembangan pemulihan daerah bencana dan ingin seluruh satgas dan setiap menteri ataupun pejabat yang terkait, itu terus menerus menyampaikan informasi, update secara berkala kepada publik,” ujar Teddy.
Nah, terkait kemajuan di lapangan, pemerintah mencatat sejumlah capaian yang cukup signifikan. Sudah dua bulan berlalu, dan pemulihan berjalan cepat. Ini berkat kerja sama semua pihak: TNI, Polri, relawan, dan tentu saja masyarakat setempat.
Angkanya cukup menggembirakan. Lebih dari 5.500 unit rumah hunian selesai dibangun, dengan 1.500 unit di antaranya rampung hanya dalam bulan pertama. Infrastruktur transportasi juga dipulihkan. Sebanyak 98 jembatan telah berdiri kembali, dan 99 ruas jalan nasional yang sempat terputus kini sudah bisa dilalui.
Layanan publik juga mulai normal. Kini, 87 rumah sakit dan 867 puskesmas yang terdampak sudah beroperasi lagi. Aktivitas belajar mengajar di sekolah hampir seluruhnya kembali berjalan. Pasar-pasar hidup, denyut ekonomi masyarakat perlahan mulai berdetak seperti biasa.
Teddy menekankan, fokusnya bukan cuma bangunan fisik. Pemerintah juga mengalirkan bantuan dana ke daerah serta bantuan langsung ke warga, tentu berdasarkan data yang sudah diverifikasi. “Peran cepat kepala daerah di sini juga sangat dibutuhkan. Dan Bapak Presiden tidak ragu-ragu untuk memberikan semua yang diperlukan ke warga sesegera mungkin,” katanya.
Di sisi lain, ada hal mendesak yang juga jadi perhatian. Menjelang Ramadan yang tinggal seminggu lagi, Presiden meminta jajarannya memastikan stok dan harga bahan pokok terjangkau, khususnya di wilayah bencana. Tujuannya jelas: agar masyarakat yang sedang bangkit dari musibah bisa menjalani ibadah dengan tenang, tanpa pusing memikirkan kebutuhan pokok.
“Ini semua bisa dengan cepat tercapai berkat semua elemen bekerja sama, saling mendukung, saling melengkapi,” pungkas Teddy menutup penjelasannya.
Artikel Terkait
DPR AS Setujui RUU Pencabutan Tarif Kanada, Tunjukkan Patahan di Tubuh Partai Republik
IHSG Menguat Tipis ke 8.295, Didukung Sektor Energi dan Bahan Baku
Israel Resmi Bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza, Netanyahu Fokuskan Kunjungan ke AS pada Ancaman Iran
Permata Bank Catat Laba Bersih Rp3,6 Triliun di 2025 Didukung Fondasi Kuat