Kekalahan dari Atalanta itu bukan insiden tunggal. Malah, ia memperpanjang deretan pilu Cremonese: sudah 10 laga beruntun mereka gagal merasakan kemenangan! Dalam dua bulan terakhir, catatan mereka cuma tiga imbang dan tujuh kekalahan. Kemenangan terakhir mereka rasakan jauh di awal Desember lalu, saat mengandaskan Lecce 2-0.
Namun begitu, Davide Nicola memilih untuk tidak murka. Alih-alih marah, ia justru memberi pesan penyemangat. Baginya, yang penting sekarang adalah bagaimana bangkit dan tidak terpuruk dalam statistik buruk tersebut.
Nicola punya rencana taktis yang jelas ke depan. "Kami harus pertahankan pola permainan yang bisa menyerang kotak penalti, baik lewat sayap atau serangan langsung. Main seperti di babak kedua lawan Atalanta memberi kami ruang, tapi cuma bertahan di belakang bola jelas tidak akan cukup," tutupnya.
Jadi, tekanan kini makin berat di pundak sang pelatih dan kiper andalan, Emil Audero. Apakah mereka bisa segera menemukan formula untuk mengakhiri krisis panjang ini? Waktu yang akan menjawab.
Artikel Terkait
Utang Negara Bukan Momok, Asal Dikelola untuk Belanja Produktif
Veda Ega Pratama Catat Lap Tercepat, Tapi Jatuh di Moto3 Amerika Serikat
Trump Klaim Negosiasi AS-Iran Melalui Pakistan Berjalan Sangat Baik
Diaspora Indonesia di Jepang Antusias Sambut Kunjungan Presiden Prabowo