Negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran, yang difasilitasi Pakistan, disebut-sebut masih berlangsung. Klaim ini datang langsung dari Presiden AS Donald Trump. Menurutnya, perundingan menunjukkan kemajuan yang positif.
Tapi, Trump tak banyak bertele-tele. Dia enggan merinci apa sebenarnya kemajuan itu apakah menyangkut gencatan senjata atau pembukaan Selat Hormuz. Hal itu dibiarkannya menggantung.
Dalam wawancaranya dengan The Financial Times yang dilansir Aljazeera, Senin lalu, Trump malah bicara soal target militer. "Kita masih punya sekitar 3.000 target. Sudah 13.000 yang dibom, dan masih ada beberapa ribu lagi yang harus diselesaikan," ujarnya.
Tapi di tengah nada keras itu, dia menyelipkan harapan. "Kesepakatan bisa dicapai dengan cukup cepat," imbuh Trump.
Menariknya, Trump juga menyebut sebuah "hadiah" dari Iran untuk Gedung Putih. Katanya, Iran mengizinkan 10 kapal tanker minyak berbendera Pakistan melintasi Selat Hormuz. Bahkan, jumlahnya disebut digandakan atas persetujuan ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf.
"Dialah yang mengizinkan pengiriman kapal-kapal itu kepada saya," kata Trump dengan nada percaya diri.
Lalu dia berkomentar, "Ingat, saya bilang mereka memberi saya hadiah? Waktu itu banyak yang cuma bilang, 'Apa hadiahnya? Omong kosong.' Sekarang mereka diam, dan negosiasi justru berjalan sangat baik."
Artikel Terkait
Indeks Bisnis-27 Anjlok 1,37%, AMRT dan BBCA Tekan Pasar
Bank Raya Luncurkan Pinang Flexi, Solusi Kredit Digital untuk Kebutuhan Pascalebaran
Polisi Imbau Warga Antisipasi Macet Parah di Sekitar GBK Sore Ini Jelang Final Timnas
Analis Proyeksikan Pergerakan IHSG Sideways di Pekan Perdagangan Singkat