MURIANETWORK.COM - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) merespons banjir yang kerap melanda ruas Jalan Tol Tangerang-Merak di sekitar kilometer 50 dengan menyiapkan solusi permanen. Rencana jangka panjang ini berfokus pada pembangunan tanggul permanen di Sungai Cidurian, setelah upaya darurat berhasil memulihkan lalu lintas tol. Langkah ini diambil untuk mengatasi limpasan air sungai yang menjadi penyebab utama genangan di ruas jalan strategis tersebut.
Tanggul Sementara Berhasil Pulihkan Lalu Lintas
Sebelum solusi permanen direalisasikan, penanganan darurat telah dilakukan dengan cepat. Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau–Ciujung–Cidurian (BBWS C3) bersama pengelola tol membangun tanggul sementara sepanjang sekitar 300 meter. Struktur yang menggunakan geobag dan pembatas beton bergerak (MCB) itu terbukti efektif menahan limpasan air. Berkat intervensi teknis ini, ruas tol yang sempat terendam kini telah beroperasi normal dan dapat dilalui semua jenis kendaraan, memulihkan mobilitas barang dan penumpang.
Komitmen dan Penanganan di Titik Lain
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat adalah prioritas utama dalam menangani bencana hidrometeorologi.
“Kementerian PU berkomitmen untuk terus memberikan dukungan infrastruktur pengendalian banjir, baik melalui langkah darurat maupun penanganan jangka panjang, agar risiko dapat diminimalkan,” tegasnya dalam keterangan resmi, Rabu (11/2/2026).
Artikel Terkait
Pelatih Bulgaria Waspadai Tren Naik Timnas Indonesia Jelang Final FIFA Series
Pemerintah Koordinasi dengan Iran untuk Keamanan Kapal Indonesia di Selat Hormuz
Presiden Prabowo Mulai Kunjungan Negara ke Jepang, Temui Kaisar dan PM
Anggaran Diskon Tiket Pelni Terserap 92,5%, Penumpang Capai 431.705 Orang