Presiden Prabowo Arahkan Evaluasi Hak Investor Tambang Martabe

- Rabu, 11 Februari 2026 | 21:15 WIB
Presiden Prabowo Arahkan Evaluasi Hak Investor Tambang Martabe

Di Istana Merdeka, Rabu lalu, Presiden Prabowo Subianto rupanya menyoroti kasus tambang emas Martabe di Sumatra Utara. Intinya, beliau mengarahkan agar hak-hak investor dipulihkan tentu saja, dengan satu syarat utama: jika perusahaan tersebut terbukti tak melanggar aturan.

Hal ini diungkapkan oleh Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, usai rapat terbatas kabinet. Menurut Bahlil, arahan presiden ini jelas. “Tadi Bapak Presiden sudah mengarahkan bahwa silakan dicek. Kalau memang tidak ada pelanggaran, harus dipulihkan hak-hak investor. Kalau ada pelanggaran, diberikan sanksi secara proporsional,” ujarnya.

Nah, bagi Bahlil, evaluasi ulang seperti ini bukan perkara sepele. Langkah ini dianggap krusial untuk menjaga kepastian hukum, sekaligus merawat iklim investasi di Indonesia terutama di wilayah Sumatra tempat tambang itu beroperasi.

“Ya, kita harus fair dong, kita harus fair,” tegasnya dengan nada khas. “Kita harus bisa memberikan sebuah kepastian. Kalau dia tidak bersalah, maka bukan sesuatu yang harus kita mencari-cari. Artinya, kalau dia tidak salah, ya bisa kita pulihkan semuanya apa yang menjadi hak-haknya.”

Di sisi lain, proses penilaiannya sendiri sedang berjalan. Bahlil mengaku sudah berkoordinasi dengan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, untuk mengkaji persoalan ini bersama-sama. Saat ini, timnya sedang melakukan cross-check menyeluruh dari sisi pertambangan.

“Kemarin juga saya berdiskusi dengan Menteri Lingkungan Hidup, Pak Hanif, dan Pak Hanif juga lagi melakukan kajian. Insyaallah dalam waktu dekat sudah selesai. Dan feeling saya sih, Insya Allah semuanya akan baik-baik saja,” tambah Bahlil, optimis.

Lalu, bagaimana dengan isu lobi-lobi dari pihak perusahaan? Bahlil membantahnya dengan tegas. Menurutnya, tidak ada intervensi sama sekali dalam proses evaluasi yang sedang berlangsung.

“Nggak ada, nggak ada. Saya nggak pernah dilobi oleh pihak mana pun. Saya hanya objektif saja. Saya kan mantan Menteri Investasi, mantan pengusaha juga. Artinya kita harus fair,” pungkasnya menutup pembicaraan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar