Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV 2025 Capai 5,39%, Tertinggi di G20

- Rabu, 11 Februari 2026 | 21:50 WIB
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV 2025 Capai 5,39%, Tertinggi di G20

Rabu siang (11/2/2026) di Istana Merdeka, suasana cukup sibuk. Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas dengan para menteri kabinetnya. Agenda utamanya? Mendengar laporan terkini soal kondisi perekonomian negara.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto yang mendapat giliran pertama menyampaikan sejumlah data. Wajahnya tampak optimis. Menurut laporannya, pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal keempat mencapai 5,39 persen. Angka yang cukup mentereng, bahkan disebut-sebut sebagai yang tertinggi di antara negara-negara G20.

“Kemudian pertumbuhan 5,11 persen secara year-on-year ini juga sangat baik,”

ujar Airlangga di hadapan Presiden dan jajaran menteri lainnya.

Dari lapangan, sektor riil ternyata masih bergerak. Indeks manufaktur bertengger di angka 52,6, artinya masih di zona ekspansi. Yang menarik, masyarakat juga terlihat makin percaya diri. Indeks keyakinan konsumen pada Januari naik jadi 127, mengalahkan pencapaian bulan Desember.

“Dan kalau kita mengacu kepada Mandiri Spending Index itu angkanya di 372,5,”

tambahnya lagi, merinci data.

Memang, geliatnya terasa. Penjualan riil melonjak 7,9 persen secara tahunan jauh lebih kencang dibandingkan capaian Desember tahun lalu yang cuma 3,5 persen. Di sisi lain, neraca perdagangan kita tetap sehat, surplus terus selama 68 bulan berturut-turut dengan nilai 2,51 miliar dolar AS. Realisasi investasi, baik PMA maupun PMDN, juga menggembirakan: Rp1.931,2 triliun. Cadangan devisa kita pun masih aman, sekitar USD154,6 miliar, sementara pertumbuhan kredit melaju di 9,69 persen.

Namun begitu, bukan berarti tak ada awan. Airlangga mengakui, meski peringkat kredit Indonesia masih di level investment grade, ada sinyal yang perlu diwaspadai. Lembaga pemeringkat Moody’s memberi outlook negatif. Ini jelas jadi perhatian serius.

“Nah ini tentu perlu diperhatikan terkait dengan penjelasan yang diperlukan utamanya tentang penerimaan negara yang juga berpotensi meningkat dan juga terkait dengan rencana dari pada Danantara,”

katanya, menekankan perlunya langkah antisipasi.

Rapat itu sendiri, meski singkat, punya pesan kuat. Di tengarai ketidakpastian global yang makin menjadi, Prabowo lewat forum ini ingin menegaskan komitmennya menjaga stabilitas. Fundamental ekonomi nasional dinilai cukup tangguh, dan arah pertumbuhannya mulai terstruktur dengan lebih baik. Tugas sekarang adalah memastikan momentum ini tidak melambat.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar