Pakubuwono XIV Naik Tahta, Janji Pimpin Keraton Solo Berlandaskan Syariat Islam

- Minggu, 16 November 2025 | 11:45 WIB
Pakubuwono XIV Naik Tahta, Janji Pimpin Keraton Solo Berlandaskan Syariat Islam
Janji dan Sumpah Pakubuwono XIV: Pimpin Keraton Solo Berlandaskan Syariat Islam

Pakubuwono XIV Resmi Naik Tahta, Siap Pimpin dengan Prinsip Syariat Islam

Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom (KGPAA) Hamengkunegoro, yang dikenal dengan nama Gusti Purboyo, secara resmi telah dinobatkan sebagai Sri Susuhunan Pakubuwono XIV. Pelantikan bersejarah ini berlangsung pada Sabtu, 15 November 2025, di Keraton Surakarta Hadiningrat.

Dalam pidato penobatannya yang khidmat, Pakubuwono XIV langsung menyampaikan komitmen dan arah kepemimpinannya ke depan. Raja baru Keraton Solo ini menegaskan akan memegang teguh dua pilar utama dalam memimpin: syariat Islam dan aturan adat atau paugeran Keraton Surakarta.

Sumpah dan Tiga Janji Pakubuwono XIV

Usai prosesi Jumenengan Nata di Sasono Probo Suyoso, SISKS Pakubuwono XIV membacakan sabda dalem yang berisi tiga poin sumpah setianya. Berikut adalah isi lengkap janji dan sumpah Pakubuwono XIV:

Pertama, beliau bersumpah untuk menjalankan kepemimpinan sebagai Sri Susuhunan dengan berlandaskan syariat Islam dan paugeran Keraton Surakarta Hadiningrat. Janji ini ditegaskannya akan dilaksanakan dengan sebenar-benarnya, sebaik-baiknya, serta secara adil. Beliau juga berjanji akan mengayomi setiap pihak yang setia kepada Keraton dan Rajanya.

Kedua, Pakubuwono XIV menyatakan dukungannya yang penuh dan tulus kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dukungan ini diberikan baik secara lahir maupun batin, disertai dengan komitmen untuk senantiasa berbakti kepada negara.

Ketiga, sebagai penerus tahta, beliau bertekad untuk menjaga dan melestarikan budaya, tata upacara, serta seluruh warisan luhur dari raja-raja Mataram, khususnya para pendahulunya di Keraton Surakarta Hadiningrat.

Pesan Khusus untuk Abdi Dalem dan Keluarga Keraton

Dalam sabdanya, Pakubuwono XIV juga menyampaikan pesan khusus kepada seluruh abdi dalem, putra-putri dalem, para sentana dalem, dan masyarakat luas. Beliau mengimbau semua pihak untuk menjalankan tugas dan kewajiban masing-masing dengan sungguh-sungguh.

Tujuan dari seruan ini adalah untuk bersama-sama menghidupkan kembali kejayaan dan kemuliaan Keraton Surakarta Hadiningrat. Pesan ini disampaikan untuk memastikan bahwa nilai-nilai luhur dan tradisi keraton tetap hidup dan relevan.

Prosesi Penobatan yang Khidmat

Rangkaian upacara penobatan atau Jumenengan Dalem Nata Binayangkare berlangsung penuh dengan nuansa sakral dan tradisi. Prosesi dimulai dari Ndalem Prabasuyasa, kemudian berlanjut ke area Kamandungan, dan mencapai puncaknya di Siti Hinggil atau Bangsal Manguntur Takil.

Acara yang dihadiri oleh keluarga keraton, para sentana, dan abdi dalem ini juga disaksikan oleh sejumlah tokoh masyarakat dan pemuka di Kota Solo. Kehadiran mereka menandakan dukungan dan penghormatan terhadap institusi keraton serta kepemimpinan Pakubuwono XIV yang baru.

Dengan dilantiknya Hamengkunegoro sebagai Pakubuwono XIV, Keraton Surakarta memasuki babak baru kepemimpinan yang berjanji memadukan nilai-nilai keislaman, kelestarian budaya, dan kesetiaan pada bangsa Indonesia.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar