Sayangnya, kegembiraan itu hanya bertahan sekitar lima belas menit. China, yang tampil lebih matang dalam mengontrol permainan, kembali menemukan celah. He Sifan, yang sebelumnya menjadi pengumpul gol pertama, kali ini berperan sebagai eksekutor pada menit ke-37. Babak pertama pun ditutup dengan keunggulan tipis 2-1 untuk tim tamu.
“Pertandingan ini memberikan gambaran nyata tentang area yang perlu kami perbaiki, terutama dalam konsistensi bertahan dan transisi,” ujar seorang pelatih yang memantau dari pinggir lapangan.
Pantauan Ketat dari Pimpinan Teknis
Di tribun VIP, jalannya laga dipantau dengan saksama oleh sejumlah petinggi. Direktur Teknik PSSI Alexander Zwiers dan Kepala Pemandu Bakat Simon Tahamata hadir, didampingi Sekjen PSSI Yunus Nusi serta anggota Exco Erawan. Kehadiran mereka menegaskan pentingnya laga uji coba ini sebagai bahan evaluasi mendalam untuk setiap individu pemain sebelum terjun ke turnamen resmi.
Menatap Persiapan Menuju Dua Ajang Besar
Rangkaian uji coba ini merupakan pematangan akhir yang krusial. Timnas Indonesia U-17 sedang mempersiapkan diri untuk dua tugas berat: menjadi tuan rumah Piala AFF U-17 pada April mendatang, dan kemudian berlaga di Piala Asia U-17 2026 di Arab Saudi. Hasil di lapangan malam ini, meski belum maksimal, memberikan poin pembelajaran berharga. Evaluasi taktis dan mental menjadi kunci, terutama mengingat pengalaman mereka yang terhenti di fase grup Piala Dunia U-17 tahun sebelumnya. Setiap detail dari pertandingan seperti ini akan menjadi bahan pertimbangan vital untuk menyusun strategi yang lebih solid.
Artikel Terkait
Jenazah Juwono Sudarsono Akan Dimakamkan di TMP Kalibata, Upacara Dipimpin Menhan
Pasar Rakyat Monas Atas Instruksi Presiden, 100.000 Kupon Dibagikan
Pemudik Motor Pilih Perjalanan Santai Demi Kesehatan Anak di Jalur Bekasi
Gempa M 6,5 Guncang Maluku Barat Daya, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami