Menteri Prasetyo: Indonesia Bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza untuk Dukung Palestina

- Selasa, 10 Februari 2026 | 16:40 WIB
Menteri Prasetyo: Indonesia Bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza untuk Dukung Palestina

JAKARTA – Di tengah hiruk-pikuk Stasiun Gambir, Selasa (10/2/2026) lalu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberikan penjelasan terkait langkah Indonesia di kancah internasional. Intinya, keterlibatan Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace (BoP) bukanlah langkah tanpa makna. Ini adalah wujud nyata komitmen bangsa kita.

“Yang pasti,” ujar Prasetyo, tegas, “soal Board of Peace dan segala turunan teknisnya, itu bagian dari komitmen kita. Pertama, tentu kita menghendaki pengakuan kemerdekaan bagi bangsa Palestina.”

“Kedua,” sambungnya, “bagaimana upaya kita membantu masyarakat Gaza yang terdampak konflik.”

Dewan yang digagas Presiden AS Donald Trump itu memang menarik perhatian. Tak hanya Indonesia, tujuh negara berpenduduk mayoritas Muslim lainnya turut memutuskan untuk bergabung. Mereka adalah Turki, Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

“Makanya,” jelas Prasetyo, “Indonesia bersama tujuh negara muslim lain akhirnya memutuskan untuk ikut dalam Board of Peace.”

Harapannya jelas. Dengan hadirnya delapan negara ini, setidaknya bisa ada pengaruh untuk meredam eskalasi konflik yang tak berkesudahan di Gaza. “Kita berharap ini mengurangi penderitaan saudara-saudara kita di sana,” ucapnya dengan nada haru.

Lalu, bagaimana dengan wacana pengiriman pasukan perdamaian? Soal itu, Prasetyo menyebut pembahasan masih berlangsung. Meski begitu, ada angka yang mengemuka.

“Belum final. Masih dibicarakan, tapi kemungkinan kita akan mengirim sekitar 8.000 personel. Total pasukan perdamaian secara keseluruhan rencananya sekitar 20.000 orang,” pungkasnya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar