Ia lantas menjelaskan dengan gamblang. Menurut Arya, segalanya kembali ke mekanisme pasar dan kesepakatan finansial semata. Pemain punya harga, klub punya anggaran. Kalau cocok, ya deal. Kalau nggak, ya batal. Sederhana saja.
Di sisi lain, Arya juga menyoroti peran para pengamat. Ia merasa beberapa komentar yang beredar kurang cerdas dan cenderung gegabah. Ia mengimbau publik untuk lebih bijak dan tidak mudah termakan kabar yang belum jelas kebenarannya.
Poin utamanya jelas: PSSI sama sekali tidak punya andil dalam pembiayaan atau negosiasi gaji pemain. Semua itu murni urusan klub. Tanpa ada gaji dari federasi, kata Arya, mustahil bagi PSSI untuk mengatur perpindahan para pemain tersebut. Ia berharap polemik ini segera berakhir, dan fokus kembali ke sepak bola itu sendiri.
Artikel Terkait
AS Izinkan Tanker Minyak Rusia Berlabuh di Kuba, Atasi Krisis Energi Havana
Pengamat: Kendaraan Listrik Bisa Hemat Devisa hingga Rp40 Triliun Per Tahun
Bezzecchi Kukuhkan Puncak Klasemen dengan Kemenangan di MotoGP Amerika
Presiden Prabowo Tandatangani Buku Diaspora Indonesia di Tokyo