Pemerintah Prioritaskan Pembangunan Tanggul Laut Raksasa untuk Atasi Rob dan Penurunan Tanah di Pantura

- Selasa, 10 Februari 2026 | 03:30 WIB
Pemerintah Prioritaskan Pembangunan Tanggul Laut Raksasa untuk Atasi Rob dan Penurunan Tanah di Pantura

MURIANETWORK.COM - Pemerintah Indonesia memprioritaskan pembangunan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall (GSW) di wilayah Jakarta dan Jawa Tengah. Mega proyek ini diarahkan untuk mengatasi ancaman banjir rob dan penurunan tanah yang kian mengkhawatirkan di sepanjang pesisir utara Pulau Jawa. Kajian mendalam tengah dilakukan untuk memastikan efektivitas dan keberlanjutan proyek yang menelan anggaran hingga Rp123 triliun ini.

Fokus Pada Daerah Rawan Rob

Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa, Didit Herdiawan Ashaf, menjelaskan bahwa Teluk Jakarta dan sejumlah kawasan di Pantura Jawa Tengah menjadi titik utama perhatian. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada kerentanan daerah-daerah tersebut terhadap bencana banjir rob yang kerap melanda.

"Pelaksanaan kegiatannya sebagai kegiatan awal dilakukan di daerah Teluk Jakarta dan wilayah Jawa Tengah. Yang contohnya misalkan di Semarang, di Pekalongan, dan di daerah-daerah Demak, Sayung, dan lain sebagainya itu menjadi prioritas yang memang betul-betul terdampak," jelasnya di kantor Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Jakarta, Senin (9/2/2026).

Didit, yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, menambahkan bahwa penelitian lanjutan terus digelar. Tujuannya tidak hanya untuk memaksimalkan mitigasi bencana, tetapi juga untuk menganalisis dampak lingkungan secara komprehensif dan memetakan urgensi pembangunan bagi masyarakat.

"Pendalaman tentang analisais mengenai dampak lingkungan dan urgensi-urgensi yang memang dibutuhkan oleh masyarakat, dan ternyata kita sekarang ini yang kita hadapi hari ini, termasuk banjir rob, land subsidence, hilangnya pantai, dan lain sebagainya, itu bagian dari pelaksanaan kegiatan yang akan direncanakan untuk pembangunan," tuturnya.

Lebih Dari Sekadar Pembangunan Fisik

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar