Di balik torehan prestasi tersebut, Thohir menekankan bahwa kesuksesan tidak datang dari satu pihak saja. Ia melihatnya sebagai buah dari kolaborasi dan dedikasi yang solid antara pemain, pelatih, dan seluruh jajaran manajemen di tubuh Federasi Futsal Indonesia (FFI).
Sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga, Thohir bahkan menilai profesionalisme yang diterapkan FFI patut menjadi contoh bagi organisasi olahraga lain di tanah air jika ingin meraih prestasi serupa.
"Cuma ya memang luar biasa, pelatih, pemain, dan futsal secara manajemen bisa mendorong prestasi sejauh ini," jelas Erick Thohir.
"Jadi patut untuk semua organisasi juga bisa meniru bagaimana profesionalisme juga ditekankan," tambahnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pencapaian runner-up ini bukanlah titik akhir, melainkan sebuah fondasi dan bukti bahwa dengan pengelolaan yang tepat dan komitmen bersama, prestasi tingkat Asia bahkan dunia bukanlah hal yang mustahil untuk diraih.
Artikel Terkait
Arus Balik Lebaran 2026: Kedatangan Penumpang di Stasiun Jakarta Capai 52.471 Orang
OJK Prediksi Dua hingga Tiga Bank Naik Kelas ke KBMI 4 pada 2026
Timnas Indonesia Hadapi Saint Kitts and Nevis, Beckham Putra Siap Perjuangkan Tempat
Marshanda Dukung Proses Pencarian Jati Diri Putrinya Lepas Hijab