Yang menarik, para tamu tak hanya bisa makan sepuasnya di tempat. Mereka juga diperbolehkan membawa pulang buah favoritnya.
Di balik meja-meja yang dipenuhi durian itu, relasi bisnis ternyata bisa dipupuk dengan cara yang jauh lebih menyenangkan. Daripada sekadar meeting formal di ruang ber-AC, obrolan santai sambil menikmati daging buah lembut terbukti efektif mencairkan suasana. Durian Vaganza bukan sekadar pesta makan-makan. Lebih dari itu, acara ini menjadi jembatan untuk membangun keakraban yang mungkin sulit tercipta hanya melalui email atau panggilan telepon.
Acara yang berlangsung di bilangan Jakarta Pusat itu pun berhasil menciptakan memori kolektif yang positif di antara semua pihak. Sebuah awal tahun yang manis, dalam arti yang sesungguhnya.
Artikel Terkait
Timnas Indonesia Hadapi Saint Kitts and Nevis, Debut Resmi Pelatih John Herdman
Lebaran di Kota Tua: Ramai Wisatawan dan Cerita Warga yang Pilih Tak Mudik
CEO BlackRock Peringatkan AI Berpotensi Perlebar Kesenjangan Kekayaan
Fabregas Persembahkan Kemenangan Telak Como untuk Almarhum Michael Bambang Hartono