“Bagi Indonesia hal ini mencerminkan komitmen teguh terhadap prinsip bertetangga baik dan kebijakan luar negeri kita yang bebas aktif,” ungkapnya.
“Indonesia dan Australia ditakdirkan untuk hidup berdampingan dan kita memilih membangun hubungan tersebut atas dasar saling percaya dan itikad baik,” tambah Presiden.
Pilar Stabilitas dan Politik Bebas-Aktif
Prabowo juga kembali menegaskan posisi Indonesia yang ingin menjalin persahabatan dengan semua bangsa. Traktat dengan Australia, dalam pandangannya, justru sejalan dengan prinsip itu dan tidak dimaksudkan untuk mengarah pada pembentukan aliansi eksklusif.
“Indonesia ingin bersahabat dengan semua pihak dan kita tidak punya musuh manapun. Kami meyakini bahwa perjanjian ini akan menjadi salah satu pilar penting bagi stabilitas dan kerja sama di kawasan kita,” tuturnya.
Pernyataan ini sekaligus memberikan konteks yang lebih luas, menegaskan bahwa kerja sama keamanan yang diperdalam tidak menggeser prinsip dasar politik luar negeri Indonesia yang independen. Traktat ini diproyeksikan untuk menjadi instrumen vital dalam menciptakan lingkungan regional yang aman dan kooperatif, mengakui posisi geostrategis kedua negara yang saling bertetangga.
Artikel Terkait
BMKG Prakirakan Hujan Ringan Guyur Jakarta Sepanjang Hari Ini
Menhub Tegaskan Aturan Pembatasan Truk Jelang Puncak Arus Balik Lebaran 2026
Timnas Indonesia Hadapi Saint Kitts and Nevis, Debut Resmi Pelatih John Herdman
Lebaran di Kota Tua: Ramai Wisatawan dan Cerita Warga yang Pilih Tak Mudik