"Jadi selama 14 tahun belakang selalu pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dari pertumbuhan manufaktur. Sekarang dua kuartal terakhir pertumbuhan manufaktur lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi," tuturnya.
Fenomena ini terjadi secara berturut-turut pada kuartal II dan III tahun 2025. Bagi banyak pengamat industri, pergeseran tren ini mengindikasikan penguatan struktur ekonomi yang selama ini diharapkan, di mana sektor produksi riil mengambil peran pemimpin.
Harapan untuk Data Terkini dan Masa Depan
Dengan nada optimistis, Agus menyatakan kondisi ini sebagai arah ideal pembangunan ekonomi. Ia berharap momentum positif ini terus berlanjut, bahkan pada data resmi yang akan segera dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) di hari yang sama.
"Mudah-mudahan dalam release yang akan kita dengar beberapa menit lagi (rilis BPS), yaitu kembali akan terlihat bahwa kontribusi, bahwa pertumbuhan manufaktur itu akan kembali berada di atas pertumbuhan ekonomi. Karena memang seharusnya seperti itu, manufaktur justru yang harus mengangkat ekonomi," ujarnya.
Pembukaan IIMS 2026 dengan sorotan pada data makroekonomi ini memberikan nuansa berbeda, mengingatkan bahwa pameran otomotif bukan hanya ajang produk, tetapi juga barometer kekuatan industri nasional. Suasana di lokasi pameran pun terasa hangat, diwarnai harapan bahwa geliat industri akan terus memacu perekonomian ke depan.
Artikel Terkait
Arus Balik Lebaran Mulai Terasa di Tol Cipali, Arah Jakarta Padat
Arus Balik Lebaran Mulai Padati Tol Cipali, Volume Kendaraan ke Jakarta Melonjak 161,5%
Arus Balik Lebaran Mulai Padati Tol Cipali, Volume Kendaraan ke Jakarta Naik 1,5 Kali Lipat
Epidemiolog Peringatkan Ancaman Kesehatan Multidimensi dari El Nino 2026