Pemerintah Filipina baru saja mengambil langkah darurat. Mereka mengizinkan pemakaian sementara untuk jenis bahan bakar yang lebih murah, meski lebih kotor. Tujuannya jelas: menjaga stok pasokan nasional agar tetap aman, terutama untuk menghadapi gejolak krisis di Timur Tengah yang dampaknya terasa hingga ke Asia Tenggara.
Menurut informasi dari Channel News Asia pada Senin (23/3/2026), izin ini punya batasan ketat. Departemen Energi atau DOE menyebut, hanya kendaraan model 2015 ke bawah, angkutan umum tradisional seperti jeepney, plus sektor pembangkit listrik, maritim, dan pelayaran yang boleh pakai. Bahan bakar yang dimaksud harus sesuai standar Euro-II, yang notabene lebih longgar.
“Langkah ini dimaksudkan untuk membantu menjaga pasokan bahan bakar yang berkelanjutan, memadai, dan mudah diakses,” jelas DOE lewat sebuah pernyataan resmi.
“Sambil memberikan fleksibilitas terbatas untuk sektor-sektor yang mungkin terpengaruh,” tambah mereka.
Artikel Terkait
MRT Jakarta Luncurkan Layanan Pembelian Tiket via WhatsApp
Presiden Prabowo Perintahkan Tutup Sementara Layanan Gizi yang Tak Memadai
Korlantas Imbau Pemudik Hindari Puncak Arus Balik 24 Maret, Sistem One Way Bisa Diperpanjang
Iran Balas Ultimatum Trump dengan Sindiran Youre Fired dan Klaim Serangan Rudal