Pemerintah Filipina baru saja mengambil langkah darurat. Mereka mengizinkan pemakaian sementara untuk jenis bahan bakar yang lebih murah, meski lebih kotor. Tujuannya jelas: menjaga stok pasokan nasional agar tetap aman, terutama untuk menghadapi gejolak krisis di Timur Tengah yang dampaknya terasa hingga ke Asia Tenggara.
Menurut informasi dari Channel News Asia pada Senin (23/3/2026), izin ini punya batasan ketat. Departemen Energi atau DOE menyebut, hanya kendaraan model 2015 ke bawah, angkutan umum tradisional seperti jeepney, plus sektor pembangkit listrik, maritim, dan pelayaran yang boleh pakai. Bahan bakar yang dimaksud harus sesuai standar Euro-II, yang notabene lebih longgar.
“Langkah ini dimaksudkan untuk membantu menjaga pasokan bahan bakar yang berkelanjutan, memadai, dan mudah diakses,” jelas DOE lewat sebuah pernyataan resmi.
“Sambil memberikan fleksibilitas terbatas untuk sektor-sektor yang mungkin terpengaruh,” tambah mereka.
Nah, agar tak tercampur, DOE sudah memerintahkan perusahaan minyak untuk memisahkan produk Euro-II ini dari varian Euro-IV. Pemisahan harus dilakukan di setiap tahap, mulai dari penyimpanan, pengangkutan, hingga penjualan di tingkat ritel.
Sebenarnya, Manila sudah beralih dari Euro-II ke standar bahan bakar lebih bersih, yaitu Euro-IV, sejak delapan tahun lalu tepatnya 2016. Perbedaannya signifikan. Bahan bakar Euro-IV yang masih berlaku sekarang punya kandungan sulfur hanya 50 bagian per juta. Bandingkan dengan Euro-II yang mencapai 500 ppm jauh lebih tinggi.
Kebijakan darurat ini muncul di tengah situasi yang memanas. Baru minggu lalu, ribuan pengemudi jeepney membanjiri jalanan di berbagai kota. Mereka protes keras karena harga solar lokal melonjak lebih dari dua kali lipat. Lonjakan itu sendiri dipicu oleh meroketnya harga minyak global, imbas dari perang antara AS-Israel dan Iran.
Jadi, di satu sisi pemerintah berusaha menjamin ketersediaan, di sisi lain tekanan dari lapangan sudah sampai di titik didih. Kebijakan bahan bakar "jadul" ini ibarat obat penahan sakit, solusi sementara untuk meredakan gejolak yang kompleks.
Artikel Terkait
Dua Truk Trailer Melawan Arah di Cakung Cilincing Diamankan Polisi, Sopir Beralasan Cari Jalan Pintas
BSN Luncurkan Bundling KPR dan Cicilan Emas, Targetkan Milenial sebagai Mitra Keuangan Keluarga
Jakarta Gelar Car Free Day di Rasuna Said Akhir Pekan Ini, Bertepatan HUT ke-499 Kota
Korlantas Polri Gelar Pertandingan Bulu Tangkis dengan Media demi Pererat Silaturahmi dan Dukung Operasi Ketupat