Pemerintah Perpanjang Program Beras SPHP hingga Akhir Februari 2026

- Kamis, 05 Februari 2026 | 11:30 WIB
Pemerintah Perpanjang Program Beras SPHP hingga Akhir Februari 2026

Menjaga Kesinambungan Pasokan dari Tahun ke Tahun

Di sisi pelaksana, Perum Bulog menyatakan komitmennya untuk menjaga kesinambungan pasokan. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa penyaluran di Januari merupakan bagian dari pemenuhan target tahun 2025, sekaligus strategi untuk menjaga stabilitas pasar sambil menunggu penugasan resmi untuk tahun anggaran baru.

“Terkait upaya stabilisasi harga di tingkat konsumen, kami laporkan per 31 Januari 2026, realisasi penyaluran beras SPHP mencapai 902.748 ton atau setara dengan 60,18 persen dari target tahunan,” ujar Rizal.

“Dapat kami sampaikan bahwa penyaluran di bulan Januari ini merupakan kelanjutan dari pemenuhan target 2025 sembari menunggu penugasan dari Badan Pangan Nasional di tahun 2026. Ini untuk menjaga kesinambungan pasokan di pasar-pasar tradisional maupun retail modern melalui 37.040 mitra distribusi kami,” lanjutnya.

Dampak Nyata pada Inflasi dan Proses Anggaran 2026

Upaya stabilisasi ini menunjukkan hasil yang cukup signifikan. Inflasi beras pada Januari 2026 tercatat hanya 0,16 persen, angka terendah dalam tiga tahun terakhir pada periode yang sama. Sebagai pembanding, inflasi beras menjelang Ramadan di tahun-tahun sebelumnya sempat menyentuh level yang lebih tinggi, menunjukkan bahwa intervensi pasar memberikan pengaruh yang terukur.

Sementara untuk kelanjutan program, pemerintah telah menyiapkan pondasinya. Program SPHP beras untuk tahun 2026 telah memperoleh persetujuan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) senilai Rp4,97 triliun dari Kementerian Keuangan, yang setara dengan subsidi untuk sekitar 828 ribu ton beras. Namun, karena masih ada proses administrasi pemindahan anggaran ke Bapanas, pelaksanaan penuh program tahun 2026 baru diperkirakan dimulai pada Maret.

Dengan demikian, sinergi antara kebijakan, anggaran, dan pelaksanaan di lapangan diharapkan dapat terus menjaga stabilitas harga pangan pokok ini, tidak hanya untuk momen Ramadan dan Idulfitri mendatang, tetapi juga dalam jangka menengah ke depan.

Editor: Erwin Pratama


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar