MURIANETWORK.COM - Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menekankan peran krusial kepala desa dan kelurahan dalam memantau warga rentan yang belum tersentuh program bantuan sosial pemerintah. Pernyataan ini disampaikan di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (4 Februari 2026), sebagai respons dan evaluasi atas peristiwa tragis yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Prasetyo menilai, pengawasan aktif di tingkat akar rumput sangat vital untuk mempercepat pengentasan kemiskinan dan memastikan kehadiran negara bagi masyarakat paling membutuhkan.
Peran Aktif Kepala Desa dalam Pengawasan Sosial
Dalam paparannya, Prasetyo Hadi mendorong agar para pemimpin di tingkat desa dan dusun tidak hanya menunggu laporan, tetapi secara aktif turun ke lapangan. Mereka diharapkan dapat mengidentifikasi dan melaporkan warga yang secara ekonomi terdampak namun belum tercatat sebagai penerima manfaat program pemerintah. Pendekatan proaktif ini dinilai sebagai kunci untuk menutup celah dalam sistem pendataan dan penyaluran bantuan yang selama ini berjalan.
“Kepala desa atau kepala dusun yang terus-menerus melakukan monitoring dan melaporkan manakala ada warganya yang belum termasuk atau belum tercatat sebagai penerima manfaat dari program-program pemerintah,” tegas Prasetyo.
Belajar dari Tragedi di Nusa Tenggara Timur
Dorongan untuk meningkatkan pengawasan ini tidak lahir dari ruang hampa. Latar belakangnya adalah insiden memilukan di Kabupaten Ngada, NTT, yang menyita perhatian publik. Seorang pelajar sekolah dasar dilaporkan mengakhiri hidupnya karena kesulitan ekonomi, diduga terkait ketidakmampuan membeli alat tulis untuk sekolah. Peristiwa ini menyadarkan banyak pihak tentang betapa rapuhnya kelompok rentan dan pentingnya jaring pengaman sosial yang benar-benar menyeluruh.
Artikel Terkait
Kota Tua Jakarta Ramai Dikunjungi 18 Ribu Wisatawan Selama Dua Hari Libur Lebaran
Arus Balik Lebaran Mulai Terasa di Tol Cipali, Arah Jakarta Padat
Arus Balik Lebaran Mulai Padati Tol Cipali, Volume Kendaraan ke Jakarta Melonjak 161,5%
Arus Balik Lebaran Mulai Padati Tol Cipali, Volume Kendaraan ke Jakarta Naik 1,5 Kali Lipat