PUPR Garap Rusun Bersubsidi di Lahan Eks Meikarta, Skema Pembiayaan Jadi Kunci

- Kamis, 05 Februari 2026 | 00:00 WIB
PUPR Garap Rusun Bersubsidi di Lahan Eks Meikarta, Skema Pembiayaan Jadi Kunci

“Salah satunya kami usulkan bagaimana nanti dengan asumsi sebagai skema KUR, likuiditas dari perbankan dan pemerintah akan memberikan subsidi selisih rumah. Sehingga keterjangkauan masyarakat itu akan bisa lebih masuk,” jelas Ara.

Skala Proyek dan Tahapan Pembangunan

Proyek ambisius ini telah memasuki tahap awal pembersihan lahan (land clearing) pada akhir Januari lalu. Direncanakan, akan ada tiga bidang lahan dengan total luas 30 hektare yang disiapkan. Untuk fase pertama, lahan seluas 10 hektare akan diisi 18 menara setinggi 32 lantai. Setiap menara dirancang memuat sekitar 2.300 unit, sehingga tahap awal mampu menyediakan kurang lebih 47.000 unit hunian. Jika seluruh tahap terselesaikan, total unit rusun bersubsidi yang akan berdiri mencapai 141.000 unit.

Pembangunan akan dilaksanakan dalam empat tahap utama. Setelah land clearing, pemasangan tiang pancang ditargetkan pada 8 Maret 2026, dilanjutkan pembangunan struktur atas pada 17 Agustus 2026. Proyek ini ditargetkan rampung dan siap diserahterimakan kepada masyarakat pada 8 Agustus 2028.

Solusi atas Keterbatasan Hunian di Kawasan Industri

Keberadaan proyek ini diharapkan menjadi solusi strategis mengatasi defisit hunian layak, khususnya di kawasan industri Cikarang yang padat penduduk. Dengan menyediakan puluhan ribu unit rusun bersubsidi, pemerintah berupaya menjawab kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mendorong pemerataan akses perumahan. Kesuksesan implementasinya, dengan pembiayaan yang terjamin dan proses yang transparan, akan menjadi tolok ukur penting bagi program sejenis di masa depan.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar