Di sisi lain, Andre Soetadji selaku CEO Voltron Indonesia menekankan bahwa kesiapan infrastruktur adalah kunci utama untuk mendorong orang beralih ke kendaraan listrik.
"Kehadiran stasiun berdaya besar ini bukti kesiapan kami mendukung standar global," jelas Andre.
Dia juga menambahkan bahwa langkah ini mencerminkan ekosistem terbuka mereka, yang membuka pintu untuk kemitraan strategis baru dengan berbagai merek atau pemilik properti.
Komitmen XPeng di pasar Indonesia memang sedang digenjot. Sejak November 2025 lalu, mereka sudah memulai perakitan lokal untuk model G6. Ini menunjukkan keseriusan mereka, bersama agen pemegang merek Erajaya Active Lifestyle, untuk benar-benar menghadirkan produk yang sesuai kebutuhan pasar lokal.
Djohan Sutanto, CEO Erajaya Active Lifestyle, turut menegaskan hal serupa.
"Sebagai APM XPeng di sini, kami ingin memastikan pelanggan tak cuma dapat teknologi canggih di mobil, tapi juga dukungan infrastruktur yang menunjang kenyamanan harian," imbuhnya.
Nah, satu hal yang perlu dicatat: meski diprioritaskan untuk pengguna XPeng, stasiun pengisian ultra cepat ini tetap terbuka untuk merek kendaraan listrik lain. Hanya saja, kecepatan pengisiannya nanti akan menyesuaikan dengan spesifikasi teknis masing-masing mobil. Jadi, pengalaman terbaik tetap untuk yang bawa XPeng.
Artikel Terkait
Warga Berduyun-duyun ke Istana untuk Silaturahmi Idulfitri Prabowo
Menkeu Purbaya Tawar Baju Lebaran di Tanah Abang, Siapkan Skema Bantuan Pedagang Terbelit Utang
Ucapan Idul Fitri via WhatsApp Jadi Jembatan Silaturahmi di Era Digital
Presiden Prabowo Salat Id di Aceh, Istana Buka Halalbihalal untuk 5.000 Warga