Nah, di sisi lain, Direktur BEI Jeffrey Hendrik yang juga akan mendampingi OJK membeberkan beberapa poin kunci yang akan dibawa ke meja perundingan. Salah satu yang utama adalah soal keterbukaan data nama pemegang saham di bawah level 5 persen. Itu hal yang cukup krusial.
Tak cuma itu, BEI juga berkomitmen untuk merombak total klasifikasi investor. Dari yang awalnya cuma 9 kategori, akan dirinci lebih detail sesuai harapan MSCI. Klasifikasi baru nantinya akan mencakup entitas seperti Sovereign Wealth Fund (SWF) hingga Private Equity (PE).
Target otoritas jelas: kesepakatan dengan MSCI harus tercapai secepatnya, kalau bisa dalam bulan ini juga. Tujuannya untuk memulihkan kepercayaan investor asing yang sempat goyah. Jeffrey pun menghimbau pelaku pasar agar tetap tenang dan bersikap rasional saat bursa dibuka kembali.
"Saya dengan tim dan OJK juga akan hadir. Kami tidak pada posisi memperkirakan pergerakan indeks. Yang kami yakinkan adalah tidak ada persoalan sama sekali. Semuanya baik-baik saja," kata Jeffrey menegaskan.
Jadi, semua mata kini tertuju pada pertemuan sore nanti. Hasilnya dinanti untuk memberi kepastian dan mengembalikan sentimen positif di pasar modal Indonesia.
Artikel Terkait
Warga Berduyun-duyun ke Istana untuk Silaturahmi Idulfitri Prabowo
Menkeu Purbaya Tawar Baju Lebaran di Tanah Abang, Siapkan Skema Bantuan Pedagang Terbelit Utang
Ucapan Idul Fitri via WhatsApp Jadi Jembatan Silaturahmi di Era Digital
Presiden Prabowo Salat Id di Aceh, Istana Buka Halalbihalal untuk 5.000 Warga