Skemanya cukup masif. Setiap tower direncanakan menampung sekitar 2.300 unit hunian. Artinya, hanya di tahap pertama ini saja, akan tersedia kurang lebih 47.000 unit rusun. Angkanya makin besar kalau melihat target akhir: 141.000 unit tersedia untuk MBR.
Jalan proyeknya sudah dipetakan rapi dalam empat tahap utama. Setelah land clearing yang sedang berjalan sekarang, pemasangan tiang pancang akan dimulai pada 8 Maret 2026 mendatang. Pembangunan struktur naik ke atas dimulai bertepatan dengan HUT RI, 17 Agustus 2026. Puncaknya, serah terima kunci ditargetkan pada 8 Agustus 2028. Cukup ketat garis waktunya.
Di sisi lain, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melihat proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik. Bagi dia, ini adalah solusi strategis. Bekasi, sebagai jantung industri, memang selalu bermasalah dengan kepadatan penduduk dan keterbatasan lahan hunian.
“Jumlah penduduk di Bekasi sangat besar karena kawasan industri, sementara lahannya terbatas,” ujar Dedi.
“Rusun subsidi ini adalah solusi nyata untuk menjawab persoalan tersebut dan akan menjadi contoh bagi daerah lain di Jawa Barat,” tambahnya penuh keyakinan.
Proyek ini, jika berjalan mulus, bukan cuma akan mengubah skyline Bekasi. Tapi lebih dari itu, memberi atap untuk puluhan ribu keluarga.
Artikel Terkait
Dari Lintasan Balap ke Lapangan Hijau: Nadia, Bocah 12 Tahun yang Jadi Mesin Gol
Eńau dan Ari Lesmana Rangkul Duka dalam Sesi Potret
Kemkominfo Ungkap 110 Juta Anak RI di Dunia Maya, Pengawasan Orang Tua Jadi Kunci
ASEAN dan India Pacu Wisata Kapal Pesiar, Rute Baru dan Konektivitas Jadi Fokus