jelasnya lebih lanjut.
Penempatan pesawat-pesawat itu dibagi di dua pangkalan udara. Dua pesawat ada di Lanud Husein Sastranegara, Bandung. Dua lainnya ditempatkan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, untuk memudahkan operasi.
Hingga saat ini, capaian operasinya cukup sibuk. Suharyanto memaparkan, sudah ada 152 sortie penerbangan dengan bahan semai berupa 83,2 ton NaCl dan 49 ton CaO. Belum lagi ada penambahan armada dari BPBD DKI berupa satu pesawat Cassa TNI AU yang mulai beroperasi pagi tadi.
Di sisi lain, hasil operasi ini disebut cukup menggembirakan. Menurut Budi Harsoyo, Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, OMC di Jabodetabek menunjukkan efektivitas yang baik. Bahkan, katanya, intensitas hujan bisa ditekan sampai sekitar 35 persen.
Namun begitu, pihaknya tetap mengingatkan agar kita semua tidak lengah. BMKG sudah mengimbau bahwa potensi cuaca ekstrem masih akan berlanjut di bulan Februari nanti.
"Masih. Secara klimatologi berdasarkan data historis, wilayah Jabodetabek puncak musim hujan justru di bulan Februari,"
pungkas Budi.
Jadi, meski upaya modifikasi cuaca sudah dilakukan dan diperpanjang, kewaspadaan tetap harus jadi prioritas utama menyongsong puncak musim hujan.
Artikel Terkait
Eńau dan Ari Lesmana Rangkul Duka dalam Sesi Potret
Kemkominfo Ungkap 110 Juta Anak RI di Dunia Maya, Pengawasan Orang Tua Jadi Kunci
ASEAN dan India Pacu Wisata Kapal Pesiar, Rute Baru dan Konektivitas Jadi Fokus
Meikarta Mulai Garap 141.000 Unit Rusun Subsidi, Lahan Dinyatakan Clean and Clear